Memo.co.id, BLITAR – Di balik kokohnya tembok jeruji besi, sebuah transformasi luar biasa sedang terjadi pada diri para penghuni Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Blitar. Bukan sekadar menjalani masa hukuman, para narapidana kini disibukkan dengan aktivitas produktif yang menuntut ketelitian dan cita rasa seni tinggi. Melalui program pembinaan kemandirian, warga binaan Lapas Blitar garap ribuan yearbook (buku tahunan sekolah) serta kalender pesanan dari berbagai instansi dan lembaga pendidikan. Inisiatif ini tidak hanya mengubah stigma negatif terhadap penjara, tetapi juga mencetak tenaga kerja terampil yang siap bersaing secara profesional setelah mereka kembali ke tengah masyarakat nantinya.
Produksi Massal Warga Binaan Lapas Blitar Garap Ribuan Yearbook
Bengkel Kreatif di Balik Tembok Penjara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blitar kini tidak lagi dipandang hanya sebagai tempat pengasingan. Melalui unit bimbingan kerja, suasana di dalam Lapas menyerupai pabrik percetakan modern. Aktivitas warga binaan Lapas Blitar garap ribuan yearbook ini melibatkan proses produksi yang kompleks, mulai dari desain grafis, penyusunan tata letak, proses cetak, hingga teknik penjilidan (finishing) yang rapi.
Pihak Lapas menyediakan peralatan penunjang yang memadai untuk memastikan setiap produk yang dihasilkan memenuhi standar pasar. Para warga binaan yang terlibat sebelumnya telah melalui seleksi dan pelatihan intensif. Mereka yang memiliki bakat di bidang seni dan ketelitian tangan dikelompokkan untuk mengelola pesanan yang masuk. Kolaborasi ini menciptakan lingkungan kerja yang positif dan penuh semangat gotong royong di antara para penghuni.
Kualitas Profesional yang Bersaing di Pasar Luas Banyak yang tidak menyangka bahwa buku tahunan sekolah (yearbook) yang mewah dengan laminasi doff atau glossy diproduksi oleh tangan-tangan terampil narapidana. Fakta bahwa warga binaan Lapas Blitar garap ribuan yearbook ini menarik minat banyak sekolah dan perkantoran untuk mempercayakan pengerjaan proyek cetak mereka kepada Lapas. Kualitasnya pun diakui tidak kalah dengan percetakan besar di luar sana.
Keunggulan dari produk buatan warga binaan ini terletak pada quality control yang sangat ketat. Karena waktu pengerjaan yang lebih terfokus di dalam Lapas, setiap detail buku tahunan diperiksa secara teliti. Selain yearbook, produksi kalender dinding dan meja juga menjadi primadona, terutama saat menjelang pergantian tahun. Harga yang kompetitif dengan kualitas premium menjadi nilai jual utama yang membuat pesanan terus mengalir deras.
Bekal Keterampilan dan Upah Premi bagi Narapidana Program ini mengusung misi kemandirian. Setiap warga binaan yang terlibat mendapatkan upah atau premi sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka. Penghasilan ini biasanya ditabung dan dapat digunakan untuk membantu kebutuhan keluarga di rumah atau menjadi modal awal saat mereka bebas nanti. Hal ini memberikan rasa percaya diri dan martabat bagi para narapidana bahwa mereka tetap bisa menafkahi keluarga meski raga terbatas.
Baca Juga: Publikasi Media Terjun Bebas, Sinergi Pemkab Blitar dan Pers Dipertanyakan
Lebih dari sekadar uang, keterampilan teknis dalam industri percetakan adalah aset yang tak ternilai. Dengan pengalaman praktis saat warga binaan Lapas Blitar garap ribuan yearbook, mereka memiliki sertifikasi dan portofolio nyata. Bekal ini menjadi “senjata” utama untuk mencari pekerjaan atau membuka usaha percetakan sendiri setelah masa pidana berakhir, sehingga risiko untuk kembali terjerumus ke dunia kriminal (residivisme) dapat diminimalisir.
Dampak Psikologis dan Reintegrasi Sosial Aktivitas produktif di dalam Lapas memiliki dampak psikologis yang sangat baik. Rasa jenuh dan stres akibat kurungan dapat dialihkan ke kegiatan yang bermanfaat. Para warga binaan merasa waktu berjalan lebih cepat dan bermakna. Mereka belajar tentang kedisiplinan kerja, manajemen waktu, dan profesionalisme—hal-hal yang mungkin sebelumnya terabaikan dalam hidup mereka.
Masyarakat pun mulai melihat sisi lain dari Lapas. Kesuksesan program warga binaan Lapas Blitar garap ribuan yearbook membuktikan bahwa jika diberikan kesempatan dan bimbingan yang tepat, setiap manusia memiliki potensi untuk berubah menjadi lebih baik. Inilah inti dari sistem pemasyarakatan: menyiapkan individu agar siap kembali ke masyarakat (reintegrasi sosial) sebagai manusia baru yang produktif dan taat hukum.
FAQ
Tentu, Lapas Blitar menerima pesanan dari berbagai instansi sekolah maupun umum secara profesional dengan harga yang kompetitif.
Kualitasnya setara dengan percetakan komersial karena didukung oleh mesin yang memadai dan pengawasan ketat terhadap standar mutu produk.
Ya, para warga binaan mendapatkan premi atau upah kerja yang bisa mereka tabung atau diberikan kepada keluarga mereka.
Mereka diajarkan desain grafis dasar, teknik cetak, laminasi, pemotongan kertas, hingga teknik penjilidan buku kenangan dan kalender.












