Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), August Mellaz, menyatakan bahwa debat Pilpres 2024 tidak dirancang untuk saling menyerang antara kandidat calon presiden dan calon wakil presiden. Mellaz mengungkapkan pandangan ini sebagai tanggapan terhadap pertanyaan mengenai usulan untuk menghindari serangan antar tim pasangan calon saat rapat evaluasi debat Pilpres 2024.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Mellaz menegaskan bahwa sejauh ini tidak ada usulan untuk mengubah pendekatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa desain debat, termasuk format, alur, dan segala macam aspek lainnya, sejak awal memang tidak dimaksudkan untuk mempromosikan serangan antar kandidat. Menurutnya, hal ini merupakan sesuatu yang biasa dalam konteks debat tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa KPU tidak akan mengubah format debat keempat dan kelima Pilpres 2024. Debat yang dijadwalkan pada 21 Januari dan 4 Februari mendatang akan tetap dilaksanakan sesuai dengan format debat-debat sebelumnya.
Baca Juga: Kecelakaan Tragis di Lokasi Bencana Longsor, Dua Polisi Terhimpit Truk Militer
Mellaz menjelaskan bahwa dalam debat ketiga Pilpres 2024, ketiga calon presiden berdiskusi tentang isu-isu pertahanan, keamanan, geopolitik, hubungan internasional, dan politik luar negeri. Pada kesempatan tersebut, Prabowo Subianto menjadi sasaran serangan terbanyak, terutama terkait isu pertahanan, yang datang dari Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai bahwa debat tersebut kurang mendidik karena serangan yang dilancarkan bersifat personal. Jokowi bahkan meminta KPU untuk mengevaluasi format debat Pilpres 2024.