MEMO – Di tengah malam yang dingin, Wing Komando I Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU menunjukkan kepeduliannya dengan menyiapkan santapan sahur hangat bagi para korban banjir di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat, Kamis dini hari.
Aksi mulia ini dilakukan langsung oleh anggota Kopasgat menggunakan mobil dapur lapangan yang telah disiagakan di lokasi banjir. “Anggota Kopasgat sendiri yang mengolah sayuran dan memasak. Kami memang memiliki kemampuan tersebut, di samping tugas utama kami sebagai pasukan tempur,” ungkap Komandan Wing Komando I Kopasgat, Kolonel Pas Helmi A. Nange.
Kolonel Nange menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari perintah Komandan Kopasgat, Marsda TNI Deny Muis, untuk membantu meringankan beban para korban banjir di Bekasi.
Sejak Rabu (5/4) pukul 23.00 WIB, para personel Kopasgat telah mulai menyiapkan bahan makanan untuk sahur. Mereka kemudian mengolah bahan-bahan tersebut menjadi beragam menu lezat, seperti tempe orek, mie goreng instan, telur dadar, dan tahu bacem.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Setelah semua makanan dikemas rapi, para personel Kopasgat langsung bergerak membagikan paket-paket sahur tersebut pada pukul 03.00 WIB dini hari. Sebanyak 800 paket makanan dibagikan kepada warga di RW 01, RW 03, RW 04, dan RW 05 Kelurahan Kalibaru.
Kolonel Nange menuturkan bahwa masyarakat menyambut dengan antusias paket-paket makanan sahur yang dibagikan oleh personel Kopasgat.
Selain makanan, Kolonel Nange juga mengerahkan satu mobil penghasil air minum untuk memenuhi kebutuhan air bersih para korban banjir. Hingga saat ini, mobil dapur lapangan dan mobil penghasil air bersih tersebut masih berada di lokasi banjir. Tak ketinggalan, 12 tim Search and Rescue (SAR) Kopasgat juga dikerahkan untuk membantu proses evakuasi di lokasi.
“Mereka akan tetap berada di sana sampai waktu yang belum ditentukan,” jelas Kolonel Nange.
Kolonel Nange berharap bahwa berbagai bantuan yang diberikan dapat meringankan beban para korban banjir selama berada di posko pengungsian.












