Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Berita

Kontroversi Penembakan Bos Rental Mobil: Kapolsek Cinangka Bantah Tolak Pendampingan, Alasan Leasing Jadi Sorotan

Avatar
×

Kontroversi Penembakan Bos Rental Mobil: Kapolsek Cinangka Bantah Tolak Pendampingan, Alasan Leasing Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini
Kontroversi Penembakan Bos Rental Mobil Kapolsek Cinangka Bantah Tolak Pendampingan Alasan Leasing Jadi Sorotan

MEMO – Kapolsek Cinangka, AKP Asep Iwan Kurniawan, membantah tuduhan bahwa dirinya menolak memberikan pendampingan kepada korban penembakan di rest area KM45 Tol Tangerang-Merak. Menurutnya, penolakan tersebut disebabkan oleh kekhawatiran akan keselamatan semua pihak, serta adanya pengakuan dari pihak yang datang bahwa mereka adalah leasing.

“Kami tidak menolak, tetapi hanya memastikan kondisi benar-benar aman sebelum mengambil langkah lebih lanjut. Narasi yang menyebutkan kami menolak pendampingan tidak sesuai fakta,” tegas AKP Asep, Sabtu (4/1/2025).

Ia menjelaskan bahwa pada saat itu, sekitar pukul 01.00 dini hari, tiga orang datang ke Polsek Cinangka dan mengaku sebagai leasing yang sedang mengejar kendaraan tertentu. Petugas piket saat itu meminta dokumen kendaraan sebagai bukti, tetapi orang-orang tersebut tidak dapat menunjukkannya.

“Karena mereka mengaku dari leasing, kami meminta dokumen pendukung. Kami tidak bisa bertindak sembarangan tanpa ada dasar hukum yang jelas,” kata Asep.

Petugas kemudian menyarankan agar pihak tersebut membuat laporan resmi di Polsek. Namun, setelah pergi dengan alasan untuk mengambil dokumen, mereka tidak kembali lagi. Tak lama kemudian, Polsek Cinangka menerima kabar tentang insiden penembakan di rest area KM45 Tol Tangerang-Merak, yang kini tengah diselidiki oleh Polresta Tangerang.

Diketahui, korban dalam insiden ini adalah seorang bos rental mobil yang tengah berusaha mengejar kendaraannya yang diduga telah digelapkan oleh beberapa orang.

Terkait kasus ini, Bidpropam Polda Banten sedang memeriksa AKP Asep Iwan Kurniawan, termasuk tiga anggotanya di Polsek Cinangka, untuk mendapatkan klarifikasi.

“Empat anggota Polsek, termasuk Kapolsek, telah menjalani pemeriksaan oleh Bidpropam. Semua ini dilakukan untuk mendalami kejadian tersebut,” ujar Kapolres Cilegon, AKBP Kemas Indra Natanegara, Sabtu (4/1/2025).

Kasus ini terus menjadi sorotan publik, mengingat pentingnya peran aparat kepolisian dalam memberikan perlindungan dan respons cepat terhadap laporan masyarakat, terutama dalam situasi darurat.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini