Kombinasi dari ketiga hal ini, kata dia akan menambah tekanan bagi perekonomian global, termasuk Indonesia yang saat ini masih dalam pandemi. Bahkan, ini juga akan memberikan tekanan pada finansial karena utang pun semakin membengkak.
Adapun, penelitian dari Oxford Economics menunjukkan bahwa krisis Ukraina dan Rusia ini diperkirakan akan menurunkan pertumbuhan ekonomi global, yakni diestimasikan akan turun sekitar 0,2 persen. Hal ini terjadi bukan hanya dari invasi, tetapi juga sanksi perdagangan yang diberikan untuk Rusia.
Baca Juga: Kas Negara 2025 Bakal Suram, Pajak Diprediksi Kembali Jeblok, Ekonomi Jadi Biang Keladi
Salah satunya adalah pada sektor energi, negara Eropa ini merupakan konsumen utama daripada gas yang diimpor dari Rusia. Jadi, apabila konflik ini terus berlanjut, proyeksi pertumbuhan perekonomian minus 0,2 persen akan benar-benar terjadi.












