Example floating
Example floating
Internasional

Konflik Papua Mencekam, AS Larang Warganya Injakkan Kaki Indonesia – Jakarta Masuk Daftar ‘Hati-Hati’

A. Daroini
×

Konflik Papua Mencekam, AS Larang Warganya Injakkan Kaki Indonesia – Jakarta Masuk Daftar ‘Hati-Hati’

Sebarkan artikel ini
warga amerika larang ke indonseia

Memo.co.id

Alarm bahaya berbunyi dari Washington! Pemerintah Amerika Serikat (AS) tanpa tedeng aling-aling mengeluarkan peringatan perjalanan super ketat bagi warganya yang berniat menginjakkan kaki di Indonesia. Tak main-main, larangan tegas diberlakukan untuk wilayah Papua Pegunungan dan Papua Tengah, yang kini dianggap sebagai “zona merah” bagi keselamatan warga AS akibat meningkatnya eskalasi konflik.

Baca Juga: Detik-Detik Mencekam: Influencer Valeria Marquez Tewas Ditembak Saat Live TikTok

“Jangan coba-coba ke sana!” demikian pesan implisit dari Pemerintah AS, yang tak ingin satu pun warganya menjadi sandera atau korban kekerasan di tengah gejolak Papua. Informasi dari US Exxpress menyebutkan bahwa situasi di dua wilayah tersebut menjadi perhatian serius Gedung Putih, demi mencegah tragedi yang menimpa warga negaranya.

Namun, peta peringatan perjalanan AS tak hanya menyoroti Papua. Sebuah “lampu kuning” atau level 2 peringatan juga menyala untuk seluruh wilayah Indonesia secara umum. Ini berarti, para pelancong asal AS diminta untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra selama berada di Tanah Air, mengingat potensi ancaman kejahatan, kerusuhan sosial, wabah penyakit, hingga bencana alam yang mungkin terjadi.

Baca Juga: Jenderal 'Ideolog' di Balik Konflik Kashmir: Retorika Agama Panglima Pakistan Panaskan Tensi dengan India

Meski demikian, garis demarkasi jelas ditarik untuk Papua Pegunungan dan Papua Tengah, di mana larangan bepergian bersifat imperatif. Bagi wilayah lain di Nusantara, imbauan yang diberikan adalah untuk selalu siaga, memantau perkembangan situasi terkini, dan patuh pada arahan otoritas setempat.

“Waspadai risiko yang meningkat terhadap keselamatan dan keamanan. Departemen Luar Negeri memberikan saran lebih lanjut bagi para pelancong ke wilayah-wilayah ini dalam peringatan perjalanan. Kondisi di negara mana pun dapat berubah sewaktu-waktu,” demikian bunyi pengumuman resmi dari Departemen Luar Negeri AS, yang mengisyaratkan betapa dinamis dan berpotensinya situasi keamanan berubah di Indonesia.

Baca Juga: Rusia Lirik Pasukan Garuda untuk Perbatasan Ukraina, Kemlu Buka Suara

Hingga detik ini, belum ada respons resmi dari Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terkait travel warning yang dikeluarkan oleh AS ini.

Kontras Mencolok: Peringatan Menggelegar, Bill Gates Malah Nongkrong di Istana!

Sebuah ironi mencolok mewarnai situasi ini. Di saat pemerintahnya mengeluarkan larangan keras untuk sebagian wilayah Indonesia, seorang warga negara AS paling berpengaruh di dunia, Bill Gates, justru tengah menikmati kunjungannya di Jakarta.

Bahkan, pendiri Microsoft itu terlihat akrab mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Presiden pada Rabu (7/5/2025). Tak hanya itu, keduanya juga tampak bersama-sama meninjau program makan bergizi gratis (MBG) di sebuah sekolah dasar di Jakarta Timur.

Keberadaan Bill Gates yang santai dan aktif berinteraksi di Indonesia, berbanding terbalik dengan travel warning negaranya, tentu memicu berbagai spekulasi dan pertanyaan di benak publik. Apakah penilaian risiko keamanan antara pemerintah AS dan tokoh sekaliber Gates berbeda? Atau adakah pesan terselubung di balik kunjungan sang filantropis di tengah situasi yang dianggap genting oleh negaranya sendiri? Hanya waktu yang bisa menjawabnya.