Salah satu kontribusi pentingnya adalah sebagai penasihat hukum untuk proyek infrastruktur besar seperti Proyek Palapa Ring. Inisiatif perintis ini diakui sebagai salah satu upaya telekomunikasi paling ekstensif di Indonesia, mencakup pembangunan 11.000 kilometer kabel serat optik bawah laut yang bertujuan untuk merevolusi akses broadband nasional.
Selain itu, almarhum juga merupakan anggota INSOL International, sebuah federasi asosiasi akuntan dan pengacara global yang berfokus pada pemulihan dan kebangkrutan.
Latar Belakang Pendidikan dan Kisah Keluarga
Ibrahim Sjarief Assegaf menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1997. Ia kemudian melanjutkan riset di Harvard Law School, dianugerahi beasiswa penelitian prestisius di Program Studi Hukum Asia Timur Harvard Law School dari tahun 2002 hingga 2003. Pendidikan magister hukumnya diselesaikan di Universitas Melbourne pada tahun 2009 melalui Beasiswa Pembangunan Australia.
Almarhum, yang lahir di Surakarta pada tahun 1971, bertemu dengan Najwa Shihab saat keduanya sama-sama menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Pasangan ini menikah pada 11 Oktober 1997 dan dikaruniai dua anak, Izzat Assegaf dan Namiyah binti Ibrahim Assegaf, yang meninggal dunia empat jam setelah dilahirkan pada 15 Desember 2011.Ibrahim Sjarief Assegaf Meninggal, Narasi TV Berduka, Profil Ibrahim Sjarief Assegaf












