Example floating
Example floating
Internasional

Komandan Pasukan Quds Iran, Esmail Qaani, Muncul Hidup di Tengah Klaim Kemenangan atas Israel

A. Daroini
×

Komandan Pasukan Quds Iran, Esmail Qaani, Muncul Hidup di Tengah Klaim Kemenangan atas Israel

Sebarkan artikel ini
Komandan Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Brigadir Jenderal Esmail Qaani

Laporan intelijen awal yang dikeluarkan oleh Badan Intelijen Pertahanan (DIA) pada Senin (23/6/2025) secara terang-terangan bertentangan dengan pernyataan Trump bahwa program nuklir Iran “sepenuhnya dilenyapkan” setelah serangan.

Penilaian ini, yang diperoleh dari dua sumber yang mengetahui laporan tersebut, menyatakan bahwa meskipun serangan pada situs nuklir Fordo, Natanz, dan Isfahan menimbulkan kerusakan signifikan, fasilitas tersebut tidak hancur total.

Baca Juga: Menteri Pertanian Jepang Eto Mundur di Tengah Badai Kritik soal Kenaikan Harga Beras

Lebih lanjut, The Washington Post menyimpulkan bahwa serangan terhadap Iran hanya menghambat program nuklir Iran dalam hitungan bulan, bukan sepenuhnya melumpuhkannya.

Dikatakan pula bahwa temuan intelijen menilai pemboman AS “gagal menghancurkan komponen inti” program nuklir Iran, dengan cadangan uranium Teheran dilaporkan tidak terpengaruh. Mayoritas mesin sentrifugal Iran juga disebut masih utuh.

Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik

Gedung Putih Bantah Laporan Intelijen

Menanggapi penilaian yang bocor ini, Gedung Putih dengan tegas menolak dan menyebutnya “benar-benar salah”. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, dalam sebuah pernyataan, mengatakan, “Bocornya dugaan penilaian ini jelas merupakan upaya untuk merendahkan Presiden Trump, dan mendiskreditkan pilot pesawat tempur pemberani yang melakukan misi sempurna untuk melenyapkan program nuklir Iran.”

Baik CIA maupun Kantor Direktur Intelijen Nasional menolak untuk berkomentar mengenai penilaian DIA tersebut, menambah lapisan misteri di balik laporan intelijen ini.

Baca Juga: Operasi "Smash and Grab": Amerika Serikat Dilaporkan Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Dengan kemunculan Esmail Qaani yang membantah klaim kematiannya dan laporan intelijen yang meragukan klaim kehancuran program nuklir Iran, konflik di Timur Tengah tampaknya masih jauh dari kata usai, bahkan setelah gencatan senjata diumumkan.

Dinamika informasi dan klaim yang saling bertentangan terus mewarnai panggung geopolitik global.