Dalam perbincangan itu, Ketua SMSI Jatim Sokip SH MH mengatakan bahwa kampus Unitomo bisa berperan untuk membimbing para wartawan agar lebih profesional dalam bekerja. “Kegiatan Uji Kompetensi Wartawan di kampus Unitomo yang sudah berjalan sudah bagus. Dan saya yakin pertemuan ini akan makin meneguhkan peran Unitomo,” terangnya.
Dalam kesempatan kemarin, Prof Siti juga mengajak para pengurus mendiskusikan tantangan media massa.
Apalagi, media massa saat ini harus bersaing dengan media sosial. Media massa yang harus patuh dengan etika jurnalistik dan UU Pers harus beradu dengan media sosial yang gencar tanpa etika. “Jadilah di media sosial yang banyak diproduksi adalah konten pornografi. Sedangkan, media massa sangat berhati-hati dengan itu semua,” kata Sekretaris SMSI Jatim Tarmuji Talmacsi MIKom
Hal lain bahwa dengan keberadaan media sosial, media online makin terdesak secara bisnis. Hal ini yang mengakibatkan industri media terseok-seok. Sebab, pengiklan lebih suka memasang advertorial ke media sosial.
Baca Juga: Safari Ramadan NasDem di Blitar, Saan Mustopa Serukan Persatuan di Pusara Bung Karno
Prof Siti sangat memahami dengan kondisi tersebut. Bahkan, dia terpikir untuk membentuk Pusat Studi Media Massa di Unitomo.
Lembaga itu sangat penting untuk memberikan masukan kepada pemegang kebijakan terkait eksistensi media massa. Dia juga menginginkan agar SMSI Jatim membuat nota kesepahaman dengan Unitomo. (*)
Baca Juga: Ngopi Ramadan Jadi Panggung Evaluasi Kritis, Reformasi Struktural Jadi Tuntutan Kota Blitar












