Example floating
Example floating
InternasionalHumaniora

Kisah Tim Friede, Pria yang Jadi Kebal Racun Setelah 200 Gigitan Ular Selama 18 Tahun

Avatar
×

Kisah Tim Friede, Pria yang Jadi Kebal Racun Setelah 200 Gigitan Ular Selama 18 Tahun

Sebarkan artikel ini
Kisah Tim Friede, Pria yang Jadi Kebal Racun Setelah 200 Gigitan Ular Selama 18 Tahun

“Kemungkinan besar, antibodi yang dihasilkan oleh darah Tim mencakup banyak spesies elapid yang saat ini belum memiliki antiracun,” kata Glanville. Tim terus mengembangkan antibodi ini dan menargetkan penambahan komponen keempat untuk perlindungan total terhadap bisa ular elapid.

Namun, perjalanan ini masih jauh dari selesai. Peneliti terus menguji antibodi dalam sampel darah Friede, dengan harapan untuk mengembangkan satu antibodi universal yang dapat menangkal berbagai jenis racun ular, baik elapid maupun viper. “Kami mungkin membutuhkan 10 hingga 15 tahun lagi untuk menghasilkan solusi yang efektif terhadap seluruh kelas racun ular,” kata Profesor Peter Kwong, salah satu peneliti di Universitas Columbia.

Baca Juga: Cita-Cita Dokter di Tengah Gempuran Diabetes, Kisah Regina, Sang Pejuang Cilik dari Kediri

Futuris dan Dampak Positif untuk Kemanusiaan

Meskipun masih membutuhkan penelitian lebih lanjut dan uji coba ekstensif sebelum antibodi ini bisa digunakan pada manusia, penelitian ini memberikan harapan baru dalam pengembangan terapi antiracun. Profesor Nick Casewell dari Liverpool School of Tropical Medicine menilai, hasil penelitian ini membuka jalan bagi pendekatan baru yang sangat menarik di bidang kedokteran tropis.

Bagi Tim Friede, meskipun eksperimennya terbilang ekstrem, ia merasa bangga dengan hasil yang telah dicapainya. “Saya melakukan sesuatu yang baik untuk kemanusiaan, dan itu sangat berarti bagi saya. Saya bangga akan hal itu,” ujar Friede dengan penuh kebanggaan.

Baca Juga: Kisah Sukardi Yang Tak Kunjung Pulang, Usai Hilang di Tanah Suci, Ini Kata Keluarga di Malang

Dengan terus berkembangnya penelitian ini, mungkin suatu saat nanti, dunia akan memiliki terapi antiracun universal yang tidak hanya menyelamatkan banyak nyawa, tetapi juga memberikan perlindungan bagi mereka yang bekerja dengan atau berada di sekitar ular berbisa. Friede, melalui eksperimen ekstremnya, telah membuka pintu menuju penemuan yang bisa mengubah cara kita menangani ancaman gigitan ular di masa depan.