Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Kisah Mas Dhito, Bupati Kediri Menjemput Ribuan Anak Kembali ke Sekolah di Kediri

A. Daroini
×

Kisah Mas Dhito, Bupati Kediri Menjemput Ribuan Anak Kembali ke Sekolah di Kediri

Sebarkan artikel ini
Kisah Mas Dhito, Bupati Kediri Menjemput Ribuan Anak Kembali ke Sekolah di Kediri

Di beberapa kegiatan kesenian, seperti pertunjukan jaranan dan karawitan, disisipkan sosialisasi khusus untuk mengajak anak tidak sekolah kembali mengenyam pendidikan.

Bahkan, petugas dari Dinas Pendidikan ditempatkan di lokasi pertunjukan untuk langsung mendaftarkan kembali anak-anak yang terdeteksi tidak sekolah ke bangku pendidikan formal. Sebuah pendekatan yang tidak hanya efektif, tetapi juga merangkul kearifan lokal.

Baca Juga: Camat Banyakan Akui Terima Uang Suap Pengisian Perangkat Desa Senilai Seratus Tiga Puluh Juta

Muhsin menjelaskan lebih detail, bahwa 5.027 anak tidak sekolah yang masih tersisa ini memiliki latar belakang beragam, mulai dari anak-anak disabilitas (difabel) hingga santri pondok yang tidak terdaftar di sekolah formal. Mas Dhito, dengan visinya yang inklusif, mengeluarkan kebijakan agar seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Kediri dapat memberikan akses setara kepada anak-anak difabel.

Saat ini, lebih dari 270 sekolah di Kabupaten Kediri telah membuka pintu bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Kediri juga telah memberikan pelatihan kepada 300 guru sebagai pendamping anak berkebutuhan khusus. Rencananya, tahun ini akan ada penambahan 300 guru pendamping lagi yang akan mendapatkan pelatihan serupa.

Baca Juga: Dua Staf Bupati Dhito Terseret di Pusaran Jual Beli Perangkat Desa di Kediri, Kabag Hukum Tak Akui Buat Perbup

Menjelang tahun ajaran baru 2025-2026, komitmen ini semakin diperkuat. Mas Dhito mewajibkan seluruh sekolah untuk memberikan ruang dan menerima anak-anak difabel melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Saat SPMB, sekolah wajib menerima anak-anak berkebutuhan khusus,” tandas Muhsin, menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan inklusif.

Baca Juga: Awalnya YAKUZA MANEGES Kediri Telah Upayakan Restorative Justice dalam Kasus Kredit Fiktif Oknum Polisi

Dengan kembalinya ribuan anak ke bangku sekolah, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap ini menjadi awal dari terwujudnya mimpi-mimpi generasi muda, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kesejahteraan keluarga. ( Adv/Kominfo)