Example floating
Example floating
inspirasiSehat Bugar

Kisah Inspiratif Suminah: Calhaj 103 Tahun yang Sehat dan Bersemangat Menuju Tanah Suci

Avatar
×

Kisah Inspiratif Suminah: Calhaj 103 Tahun yang Sehat dan Bersemangat Menuju Tanah Suci

Sebarkan artikel ini
Calhaj Tertua Embarkasi Solo, Suminah, Berusia 103 Tahun, Berangkat Haji dengan Kesehatan Prima

MEMO, Boyolali: Calon jemaah haji tertua dari Embarkasi Solo, Suminah, telah memulai perjalanan suci menuju Tanah Suci pada usia yang mengesankan, yaitu 103 tahun.

Dengan kebugaran yang luar biasa dan semangat yang membara, Suminah menjalani proses pemeriksaan kesehatan dan administrasi dengan sukses.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Peternakan Berkah Bersama Sejahtera, dari Rp20 Juta Menjadi Aset Rp80 Miliar

Ia menjadi inspirasi bagi banyak orang dengan mengungkapkan rahasia kesehatannya yang terjaga melalui pola makan sehat dan hidup tanpa obat-obatan.

Keberangkatannya yang tertunda akibat pandemi Covid-19 tidak menyurutkan niatnya untuk menunaikan ibadah haji.

Baca Juga: Dari Kandang Sunyi , Lahir Cuan: Kisah Sukses Peternak Kelinci 'Belis' yang Merambah Pasar Antar Daerah

Rahasia Kesehatan Suminah, Calhaj Tertua Embarkasi Solo: Pola Makan Nasi dan Sayuran

Suminah, seorang calon jemaah haji (calhaj) berusia 103 tahun dari Embarkasi Solo, menunjukkan kondisi yang sehat meskipun usianya telah melampaui 100 tahun.

Saat turun dari bus di Asrama Haji Donohudan Boyolali pada hari Selasa (20/6/2023), Mbah Suminah terlihat bugar dan tidak memerlukan bantuan kursi roda.

Baca Juga: Dansatgas TMMD ke-127 Sekaligus Dandim 0809/Kediri Tinjau Langsung Sasaran Pembangunan di Desa Gadungan

Hendro Tanoko, Ketua Rombongan 4 kloter 90, membantunya berjalan sambil menggandengnya. Dengan senyum dan kegembiraan, Suminah bahkan sesekali melemparkan senyum kepada awak media.

Profil Mbah Suminah: Calhaj 103 Tahun yang Bersiap dengan Baik untuk Menunaikan Ibadah Haji

“Alhamdulillah, saya sangat senang bisa berangkat haji,” ucap Suminah sambil menjalani pemeriksaan kesehatan dan administrasi di Gedung Jeddah Asrama Haji Donohudan Boyolali pada pagi hari.

Suminah mengungkapkan bahwa dirinya masih dalam kondisi yang sangat sehat untuk menjalankan rukun Islam yang kelima. Ia memutuskan untuk pergi haji sendiri tanpa didampingi oleh anggota keluarga.

Menurutnya, kesehatannya terjaga karena pola makan yang sehat, yaitu hanya makan nasi dan sayuran.

“Saya hanya makan nasi dan sayuran, itu makanan sehat. Saya tidak mengonsumsi obat atau jamu, hanya dari saran dokter saja,” ungkapnya.

Sebagai seorang jemaah yang masuk kloter 90 yang terdiri dari Kabupaten Kudus dan Rembang, Suminah mendaftar untuk haji sejak tahun 2015. Untuk membiayai pendaftaran dan pelunasan haji, ia menjual empat ekor lembu piaraannya.

“Saya menjual dua ekor lembu dengan harga masing-masing Rp 17 juta dan Rp 15 juta untuk biaya pendaftaran. Saya juga menjual sisa lembu untuk persiapan berangkat,” ceritanya.

Sebenarnya, nenek yang memiliki tiga putra, tujuh cucu, dan enam cicit ini seharusnya berangkat haji pada tahun 2020. Namun, karena adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia, keberangkatannya tertunda hingga tahun ini. “Persiapan saya tetap berjalan dengan baik,” tambahnya.

Kloter 90 yang terdiri dari jemaah dari Kabupaten Kudus dan Rembang tiba di Asrama Haji Donohudan pada Selasa pukul 09.00 WIB. Rencananya, mereka akan diterbangkan ke Tanah Suci pada pukul 10.55 WIB dari Bandara Adi Soemarmo Solo.

“Ketika berada di Tanah Suci, saya akan mendoakan semoga anak dan cucu saya juga bisa menunaikan ibadah haji,” pungkas Suminah.

Gentur Rachma Indriadi, Humas PPIH Embarkasi Solo, menginformasikan bahwa Suminah, jemaah haji tertua dari Embarkasi Solo (berusia 103 tahun), telah tiba di asrama dan bergabung dengan kloter 90 dari Rembang dan Kudus. Jemaah tersebut telah melewati pemeriksaan petugas.

“Ia sudah masuk bersama kloter 90 SOC. Alhamdulillah, setelah menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh, ia dinyatakan sehat dan layak untuk terbang. Saat ini, beliau telah menerima dokumen penerbangan dan biaya hidup, dan sudah berada di kamar untuk beristirahat menjelang jadwal penerbangan besok,” jelas Gentur Rachma di Asrama Haji Donohudan, Selasa.

Gentur menambahkan bahwa jemaah tertua ini akan mendapatkan perlakuan khusus dari petugas baik di Embarkasi maupun di Tanah Suci. Petugas akan memberikan pendampingan yang intensif.

“Tagline kita adalah ‘haji ramah lansia’, oleh karena itu kami akan memberikan pelayanan yang baik, dengan fokus khusus pada jemaah lansia, orang dengan keterbatasan fisik, dan lanjut usia. Petugas kami akan memberikan pendampingan yang intensif dalam pelayanan,” ungkap Gentur.

Perjalanan Suminah, calon jemaah haji tertua Embarkasi Solo, adalah bukti nyata bahwa usia bukanlah halangan untuk mengejar impian dan beribadah.

Dengan semangat, kesehatan yang prima, dan dukungan penuh dari petugas, Suminah berangkat dengan harapan agar anak dan cucunya juga dapat menunaikan haji di masa mendatang.

Kisahnya memberikan inspirasi kepada kita semua untuk menjaga kesehatan, mengatasi rintangan, dan menggapai impian, tanpa memandang usia.