Example floating
Example floating
Home

Ketika Suara Menteri Keuangan Dipalsukan, Bahaya Deepfake Mengancam Kepercayaan Publik

Alfi Fida
×

Ketika Suara Menteri Keuangan Dipalsukan, Bahaya Deepfake Mengancam Kepercayaan Publik

Sebarkan artikel ini
Menkeu: Besi Mudah Dibentuk Ketika Masih Panas

Kasus yang menimpa Sri Mulyani ini menjadi pengingat nyata betapa canggih dan berbahayanya teknologi deepfake. Istilah “deepfake” sendiri merupakan gabungan dari “deep-learning” dan “fake,” yang merujuk pada konten tidak nyata yang dibuat dengan algoritma pembelajaran mesin.

Menurut analis senior dari Graphika, Cristina Lopez, deepfake adalah rekaman yang dihasilkan oleh komputer yang dilatih dengan jutaan data. Teknologi ini mampu menciptakan video atau audio yang sangat realistis, seolah-olah menampilkan seseorang mengucapkan atau melakukan sesuatu yang tidak pernah terjadi di dunia nyata.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Bahaya utamanya bukan hanya memanipulasi informasi, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap figur otoritas. Ketika masyarakat tidak lagi bisa membedakan mana yang asli dan mana yang palsu, fondasi komunikasi dan informasi yang sehat akan runtuh.

Pernyataan Sri Mulyani yang sebenarnya dalam pidato itu adalah bahwa gaji guru yang “tidak besar” adalah salah satu tantangan bagi keuangan negara. Konteksnya adalah tantangan dalam membiayai sektor pendidikan, bukan merendahkan profesi guru. Namun, manipulasi deepfake mengubah makna aslinya secara drastis, menunjukkan betapa krusialnya literasi digital di era disinformasi ini.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan