Mendengar jerit hati yang nyaris tak terdengar ini, Kang Dedi tak tinggal diam. Ia segera mengutus ajudannya untuk menemui langsung keluarga dan gadis malang itu.
Tindakan nyata tak hanya berhenti di situ; Kang Dedi secara pribadi menanggung seluruh biaya pengobatan sang gadis di rumah sakit. “Pertama, rumah sakitnya sudah saya selesaikan seluruh biayanya,” tegasnya, seperti dilansir dari baliexpress.
Baca Juga: Kualitas Menu Makan Bergizi Gratis di Madiun Disorot Akibat Temuan Jambu Busuk
Namun, kepedulian Kang Dedi jauh melampaui sekadar biaya pengobatan. Ia mengumumkan sebuah langkah transformatif:
“Kedua, mulai besok anak itu menjadi anak asuh saya dan berhak untuk sekolah di sekolah negeri. Tentunya masuk sekolah negerinya harus melalui prosedur yang sama seperti anak-anak lainnya. Tapi saya bertanggung jawab penuh terhadap pendidikannya sampai tamat SMA.”
Baca Juga: Dugaan Telur Busuk Program Makan Bergizi Gratis di Madiun Coreng Citra Satuan Pelayanan
Sebuah janji yang menghidupkan kembali nyala asa yang nyaris padam.
Lebih dari itu, Kang Dedi menyatakan komitmennya untuk terus mendukung gadis tersebut jika ia menunjukkan prestasi akademik dan memiliki keinginan untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Ini adalah investasi pada masa depan, sebuah kepercayaan pada potensi seorang anak yang sempat terpinggirkan.
Baca Juga: Vonis Korupsi Kredit BRI Pasar Pon Ponorogo Dua Terdakwa Resmi Dijatuhi Hukuman
Di akhir pesannya, Kang Dedi tak lupa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong, saling membantu, agar tidak ada lagi anak Indonesia yang harus putus sekolah hanya karena masalah ekonomi.
“Semoga peristiwa serupa tidak terjadi lagi pada siapapun. Mari anak-anak kita sekolah minimal sampai SMA, dan mari kita gotong royong bersama agar orang yang miskin tetap bisa sekolah,” tutupnya, menyerukan kepedulian sosial yang lebih luas.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa di balik setiap data kemiskinan, ada kisah manusia yang menunggu uluran tangan dan harapan.












