Example floating
Example floating
NGANJUK

Kesal Tidak Diadopsi Program DD,Warga Dua Dusun Di Desa Ngringin Pilih Membangun Gunakan Dana Swadaya

Mulyadi Memo
×

Kesal Tidak Diadopsi Program DD,Warga Dua Dusun Di Desa Ngringin Pilih Membangun Gunakan Dana Swadaya

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO –Luput dari perhatian pemerintah desa soal pembangunan dan pemeliharaan sarana fisik lingkungan, masyarakat di dua dusun di Desa Ngringin Kecamatan Lengkong mengambil jalan pintas.

Seperti masyarakat di Dusun Sumberejo belum lama ini tepatnya pada minggu pertama awal bulan Pebruari 2026 silam bahu membahu membangun saluran pembuangan air ( drainase) dengan cara swadaya.

Baca Juga: PC Muhammadiyah Kertosono Besok Tunaikan Sholat Ied Di Lima Titik

Data yang berhasil dihimpun, sumber dana untuk pekerjaan drainase tersebut ternyata bukan berasal dari anggaran Dana Desa ( DD ). Tapi murni swadaya warga. Setiap warga patungan uang sebesar Rp 50 ribu.

Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk

Dari keterangan sejumlah warga yang berhasil ditemui hari ini ( Minggu, 8/02/2026) di TKP pembangunan drainase di RT 01 RW 10 menjelaskan memang tidak ada suntikan Dana Desa sepeserpun.

Baca Juga: SDP Ngudo Roso , 2026 Tahun Tantangan Untuk Desa

” Inisiatif warga melakukan penutupan saluran baru dan membuka saluran lama berawal karena setiap musim hujan lingkungan terdampak banjir. Dan ada satu rumah warga yang temboknya miring karena tergerus air hujan yang tidak bisa terbuang lancar ke sungai patusan,” jelas Minto warga setempat.

Dana yang terkumpul dari satu RT masih kata Minto sebesar Rp 1,7 juta. Dari dana itu cukup untuk membeli materiil seperti semen, tanah uruk.

Untuk pekerjaan swadaya juga dilakukan oleh masyarakat Dusun/Desa Ngringin yaitu pemeliharaan jalan paving tepi sungai di tiga RW . Yaitu RW 01,02 dan RW 03 pada hari ini ( Minggu,8/2/2026).

Ruas jalan paving yang dibongkar dan ditata ulang oleh warga di tiga RW tersebut memang kondisinya sudah mengalami perubahan kontruksi bergelombang dan sebagian ambles.

” Untuk penataan ulang jalan paving, warga menggunakan dana kas komunitas wong tangkis ,” ujar Jupri salah satu ketua RT.

Hal senada juga dikatakan ,Arif Rahman, salah satu koordinator warga membeberkan dengan munculnya pekerjaan swadaya di dua dusun ini bentuk real kekecewaan warga terhadap pprogram pembangunan desa ngringin

” Disini tampak jelas ada indikasi ketidakmampuan desa dalam mengelola keuangan desa. Kalaupun mampu tidak akan terjadi inisiatif swadaya,” beber Arif Rahman.

Dari persoalan itu Kepala Desa Ngringin , Ika Agustina beri tanggapan. Yang pasti untuk kegiatan di dua dusun tersebut tidak masuk usulan lewat musyawarah dusun ( Musdus). Sehingga tidak masuk pengganggaran dana desa. Justru yang masuk daftar usulan warga Sumberejo dijelaskan Ika Agustina masalah jalan desa.

” Karena mulai tahun ini ( 2026) untuk kegiatan fisik sudah tidak ada, maka jalan satu satunya desa akan  mengupayakan lewat Jasmas dewan. Karena pada saat reses dewan sudah pernah disinggung(  ( Adi )