Blitar, Memo.co.id
Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia menggelar sosialisasi penguatan HAM bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Blitar, Rabu 11 Juni 2024.
Baca Juga: Suami di Blitar Tega Aniaya Istri Muda Akibat Cemburu Buta Live TikTok
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Pemerintah adalah penanggung jawab HAM. Kami ingin memastikan HAM di seluruh Indonesia dapat dilindungi dan dihormati. Salah satunya dengan meningkatkan pemahaman ASN terkait tanggung jawab pemerintah untuk memastikan hak masyarakat atas pendidikan, kesehatan dan lainnya supaya terjamin,” ujar Wakil Menteri HAM Mugiyanto dalam konferensi pers di Hotel Santika, Kota Blitar.
Baca Juga: Pesta Mercon di Tengah Jalan Picu Keributan, Warga Tantang Polisi: “Buka Baju, Sekalian Kelahi!”
Sosialisasi tersebut turut mengundang Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin, Kapolres Blitar Kota AKBP Titus Yudho Uly, Dandim 0808/Blitar Letkol Inf. Hendra Sukmana, Pimpinan DPRD Kota Blitar serta tamu undangan lainnya.
Tahun ini, Kementerian HAM mematok target penguatan HAM terhadap 1 juta ASN, dari total sekitar 4 juta ASN di seluruh Indonesia. Selain ASN, Kementerian HAM juga menyasar masyarakat, dengan target 250 ribu orang mendapatkan penguatan HAM di tahun 2025.
Baca Juga: Dari Meja Miras ke Bara Api: Kronologi Pembakaran Toko di Garum
“Kita ingin HAM menjadi pemahaman semua orang. Dengan peningkatan pemahaman masyarakat soal HAM, demokrasi akan berjalan lebih baik. Ujungnya adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat,” bebernya.
Senada dengan Mugiyanto, Kepala Kantor Kementerian HAM Wilayah Jawa Timur Toar R. E. Mangaribi mengharapkan dengan dilakukannya program ini, kebijakan yang diambil baik pemerintah pusat maupun daerah tidak melenceng dari prinsip-prinsip HAM.
“ASN, dalam hal ini Pemerintah Daerah menjadi pihak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Pemerintah bertanggung jawab atas penghormatan, perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan HAM,” jelas Toar.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau akrab disapa Mas Ibbin menyambut baik penyelenggaraan program ini bagi ASN di Kota Blitar.
Menurut Mas Ibbin, Kota Blitar yang erat kaitannya dengan Presiden Pertama Republik Indonesia Bung Karno, harus menjunjung tinggi prinsip-prinsip HAM. Dengan tangan terbuka, Mas Ibbin siap menerima pendampingan untuk menguatkan HAM di Bumi Proklamator.
“Bung Karno merupakan salah satu pejuang HAM, beliau menentang keras segala bentuk penjajahan. Tentu kami masih harus banyak belajar dari Kementerian HAM, untuk mewujudkan Blitar sebagai Kota HAM dunia,” ungkap Mas Ibbin. **












