MEMO – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Bapak Tomsi Tohir, menekankan urgensi pengendalian harga komoditas pangan melalui tindakan nyata. Beliau secara khusus meminta seluruh kepala daerah untuk menginisiasi dan menggerakkan program penanaman cabai dan bawang di wilayah administratif masing-masing.
Instruksi ini diberikan mengingat tren harga cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah yang cenderung terus mengalami kenaikan. Menurut Bapak Tomsi, program penanaman ini tidak memerlukan lahan yang luas, melainkan cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di tingkat daerah itu sendiri.
Baca Juga: Prabowo Pilih Kasih Makan Rakyat Daripada Biarkan Uang Negara Dikorupsi
“Sejak awal, kita seolah tidak pernah bisa lepas dari permasalahan fluktuasi harga cabai dan bawang merah,” ujarnya dengan nada prihatin pada hari Senin (14/4/2025). Oleh karena itu, Bapak Tomsi tidak bosan-bosannya mengingatkan para pemimpin daerah untuk mulai menanam sendiri komoditas-komoditas tersebut sebagai solusi jangka panjang.
Beliau menjelaskan bahwa perencanaan masa tanam harus dilakukan dengan matang, mengingat hasil panen baru dapat dinikmati beberapa bulan mendatang. Apabila perencanaan tidak dilakukan dengan baik sejak dini, potensi lonjakan harga pangan di kemudian hari akan semakin besar.
Bapak Tomsi juga menyampaikan bahwa tanaman cabai dan bawang relatif mudah untuk dibudidayakan di berbagai wilayah Indonesia. “Sebagian besar daerah memiliki potensi untuk menanam sendiri, terkecuali di wilayah-wilayah yang kondisi tanahnya sangat tandus,” jelas beliau.
Selain itu, Bapak Tomsi mengingatkan para kepala daerah yang baru menjabat untuk memiliki kepekaan yang tinggi terhadap isu inflasi. “Mereka diharapkan memiliki kemampuan untuk menjaga stabilitas harga di wilayah kepemimpinannya masing-masing,” pungkas beliau.
Baca Juga: Sukseskan Program KDMP dan KKMP, Dandim 0809/Kediri Undang Silaturahmi LSM dan Wartawan












