Rijani melanjutkan, atas pembiayaan yang yang tersalurkan pada tahun 2021, LPEI memiliki development impact seperti peningkatan investasi 2,5 kali atau Rp 212 triliun, peningkatan PB sebesar 2,5 kali atau senilai Rp 211 triliun, peningkatan ekspor hingga 3,6 kali atau senilai Rp 302 triliun, dan penyerapan tenaga kerja mencapai 51 orang per Rp 1 miliar pembiayaan yang disalurkan LPEI.
Pihaknya akan terus mengoptimalkan PMN yang diterima untuk meningkatkan perekonomian negara melalui ekspor. Tahun 2022 LPEI akan kembali menggunakan PMN sebesar Rp 5 triliun untuk mendorong segmen UKM secara komersial dan Penugasan Khusus.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026
Rijani menambahkan, pihaknya secara maksimal akan menggunakan PMN, baik yang sifatnya komersial maupun penugasan khusus seperti PKE Kawasan, UKM, Trade Finance, alat transportasi. Sementara dari jasa konsultasi, LPEI akan menargetkan program kolaborasi rumah ekspor di 4 wilayah, yaitu Solo, Jakarta, Makassar dan Surabaya, 100 eksportir baru UKM dan 10 Program Klaster Desa Devisa baru.












