Wali kota yang akrab disapa Mbak Vinanda ini menjelaskan bahwa dalam misi Maju, salah satu sasarannya adalah menurunkan angka kemiskinan, yang menjadi penyebab langsung maupun tidak langsung stunting.
Misi Agamis fokus pada perubahan perilaku dan pola asuh orang tua, karena stunting tidak hanya disebabkan oleh kekurangan gizi, tetapi juga pola asuh yang kurang tepat.
Baca Juga: Geliat Sejarah di Jalanan Kediri Lewat Rally Wisata Mobil Kuno 2026
Misi Produktif menekankan pada peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan, karena stunting bisa menghambat terwujudnya generasi yang produktif.
Misi Aman bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, terutama bagi anak-anak, agar mereka tidak terjerumus ke dalam masalah stunting.
“Terakhir, misi Ngangeni bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Lingkungan yang bersih dan sehat sangat berkaitan dengan pencegahan stunting,” jelasnya.
Di Kota Kediri, jumlah anak stunting dari Januari hingga September 2024 tercatat sebanyak 1.978 balita. Selain itu, ada laporan 545 balita stunting yang sembuh, dan 725 balita yang tidak kembali periksa.
Baca Juga: Pemilik Kafe Asal Kediri Ditangkap Polisi Nganjuk Saat Makan Soto Sita Ribuan Pil Koplo
Dalam acara ini, juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Kota Kediri dan para pemangku kepentingan untuk mempercepat penurunan stunting.
Hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimuddin Thoha, Sekretaris Daerah Kota Kediri Bagus Alit, perwakilan Forkopimda Kota Kediri, Ketua TP PKK Kediri Faiqoh Aziziah Mohammad Qowimuddin, kepala OPD terkait, kepala puskesmas, camat, lurah, dan para pemangku kebijakan terkait.












