Keberhasilan itu, kata dia, perlu diapresiasi dan disyukuri sebagai bentuk prestasi yang telah dapat dicapai setelah melalui suatu perjuangan yang cukup lama dan membutuhkan kegigihan, ketekunan, keuletan, kecerdasan, kesamaptaan yang prima, dan kepribadian yang baik.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Pada kesempatan itu, Laksamana Yudo mengingatkan bahwa bangsa indonesia yang telah memiliki cita-cita yang besar di bidang kemaritiman yaitu pada tahun 2045 dapat mewujudkan Indonesia menjadi “Pusat Peradaban Maritim Terbesar di Dunia” .
Cita-cita besar itu hanya dapat dicapai melalui penguasaan, pemanfaatan, dan pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi secara tepat sehingga Indonesia dapat menjadi kuat dan makmur berbasis kemaritiman.
“Dengan demikian penerapan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kemaritiman termasuk keangkatan lautan memiliki urgensi dan peran yang sangat strategis. Kini dan ke depan, pada gilirannya tingkat kesiapan teknologi (technology readiness level) yang dicapai oleh suatu bangsa atau negara telah menjadi ukuran kemajuan yang dicapai bagi suatu bangsa atau negara,” katanya.
Komandan STTAL Laksamana Pertama TNI Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., mengatakan lulusan STTAL siap ditempatkan di satuan-satuan strategis yang membutuhkan pemikiran dan keahlian pada bidang teknologi pertahanan.
“Sampai saat ini alumni STTAL telah berjumlah 2.056 orang dan tersebar di satuan-satuan strategis TNI. Bahkan sudah banyak di antara mereka yang menduduki jabatan bintang satu sampai dengan bintang tiga, serta menjadi tokoh-tokoh penting yang ahli di bidang teknologi pertahanan, baik di kancah nasional maupun internasional,” katanya.
Sementara itu, perwira dan bintara yang diwisuda sebanyak 20 perwira menempuh program Magister S2 Analisis Sistem dan Riset Operasi (ASRO) Angkatan VII, 56 perwira menempuh program S1 Angkatan XL dan 37 bintara menempuh program Diploma 3 Angkatan XIV.












