MEMO – Kepala Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Arsin bin Sanip, mengklaim bahwa sebelum menjabat sebagai kades, dirinya adalah seorang mantan Direksi Bank DKI dengan gaji mencapai Rp800 juta per bulan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Arsin saat mendampingi Ketua APDESI Tangerang, Maskota, dalam pelaporan terhadap Said Didu ke pihak berwajib.
“Sebelum saya menjadi Kades, saya menjabat sebagai Direktur Bank DKI. Gaji saya waktu itu Rp800 juta per bulan,” ujar Arsin dengan penuh keyakinan.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Namun, pernyataan ini justru dibantah oleh sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Kezaliman (AMAK) melalui kuasa hukumnya, Henri. Ia mengungkapkan bahwa klaim Arsin tidak sesuai dengan fakta yang diketahui oleh warga Desa Kohod.
Menurut Henri, sebelum menjabat sebagai kepala desa, Arsin hanyalah seorang rentenir atau ‘bank keliling’ yang biasa disebut warga sebagai “Bangke”—istilah lokal untuk rentenir yang meminjamkan uang dengan bunga tinggi.
“Sebelum jadi Kades, Arsin hanyalah bank keliling. Warga menyebutnya ‘Bangke’, singkatan dari bank keliling alias rentenir,” ungkap Henri pada Minggu (2/2/2025).
Ia juga menambahkan bahwa kehidupan ekonomi Arsin sebelumnya tidak mencerminkan sosok yang kaya raya. Bahkan, jauh dari apa yang kini ia miliki setelah menjabat sebagai kepala desa. Warga Desa Kohod mengenal Arsin sebagai bagian dari masyarakat pesisir Tangerang dengan kondisi ekonomi yang biasa saja.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
“Warga tahu betul kondisi ekonominya dulu. Baru setelah menjabat sebagai Kades Kohod, hartanya mulai meningkat pesat,” ujarnya.
Henri juga mengungkapkan bahwa sejak tahun 2003, Arsin sudah mulai berulah saat dirinya menjabat sebagai Sekretaris Desa Kohod. Selain itu, ia juga dikenal sebagai calo tanah yang sering berurusan dengan berbagai pihak untuk transaksi jual beli tanah.
“Dulu saat masih Sekdes di tahun 2003, dia juga sering jadi calo tanah. Sekarang rumahnya ada beberapa dan bahkan punya dua istri,” lanjut Henri.
Klaim Arsin yang mengaku pernah menjadi Direktur Bank DKI ini pun semakin menuai kontroversi di tengah masyarakat. Fakta-fakta yang mulai terungkap membuat publik mempertanyakan kebenaran dari pernyataan tersebut. Apakah benar Kades Kohod memiliki latar belakang sebagai direksi bank ternama, atau hanya seorang calo yang berhasil memperkaya diri setelah menjabat?












