Example floating
Example floating
Humaniora

Kades di Garut Gemparkan Warga: Nikahi Tujuh Janda Sekaligus, Ini Alasannya!

A. Daroini
×

Kades di Garut Gemparkan Warga: Nikahi Tujuh Janda Sekaligus, Ini Alasannya!

Sebarkan artikel ini
Kades di Garut Gemparkan Warga, Nikahi Tujuh Janda Sekaligus

Awalnya, banyak cibiran yang datang dari berbagai pihak. Namun, seiring berjalannya waktu, ketika masyarakat melihat kebahagiaan para janda, anak-anak mereka yang kembali bersekolah, dan kondisi ekonomi mereka yang membaik, cibiran itu perlahan berubah menjadi rasa hormat.

Kisah unik ini bahkan menarik perhatian media nasional. Sebuah stasiun televisi swasta membuat liputan dengan judul “Pak Kades Poligami: Kontroversi atau Solusi Sosial?”. Video tersebut kemudian viral dan menjadikan Haji Ujang sebagai pembicara di berbagai forum diskusi tentang pernikahan sosial. Meski tak sedikit hujatan yang diterimanya, Haji Ujang tetap tenang. “Biarkan waktu yang bicara. Saya tidak ingin dipuji. Saya hanya ingin desa ini damai dan perempuan tidak hidup dalam air mata,” tuturnya.

Baca Juga: Sinergi LDII dan Ponpes Wali Barokah Kediri Wujudkan Kesalehan Sosial Melalui Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

Keputusan Haji Ujang ini ternyata telah melalui pertimbangan matang bersama para tokoh adat dan agama desa. Dalam sebuah pertemuan malam hari di saung belakang rumahnya, Haji Ujang mengungkapkan niat tulusnya untuk membantu para janda dan anak-anak mereka agar memiliki kehidupan yang lebih baik dan terhormat.

Meskipun sempat menimbulkan perdebatan mengenai keabsahan dan etika poligami, para tokoh desa akhirnya menyetujui pernikahan tersebut dengan syarat semua janda setuju tanpa paksaan dan keluarga mereka memberikan restu. Setelah melalui proses musyawarah dan persetujuan dari para janda, pernikahan tersebut akhirnya terlaksana.

Baca Juga: Viral Pemudik Nyasar ke Sawah Sleman Akibat Navigasi Digital Jalur Alternatif Dihapus

Kisah Haji Ujang menikahi tujuh janda ini menjadi fenomena yang menarik perhatian publik. Di tengah kontroversi yang ada, banyak pihak yang melihat tindakan kepala desa ini sebagai solusi sosial yang inovatif untuk membantu para perempuan yang terpinggirkan dan memberikan harapan baru bagi masa depan mereka dan anak-anaknya.