GPI, lanjut Joko, mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk mengambil langkah tegas terhadap siapa pun yang dengan sengaja mengganti atau meremehkan simbol negara. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan kampanye atau ajakan yang mengarah pada tindakan-tindakan yang bisa merusak nilai-nilai kebangsaan.
“Kami ingatkan kepada masyarakat, jangan mudah terprovokasi. Jangan biarkan euforia budaya pop menenggelamkan semangat nasionalisme. Ada waktu dan tempat untuk hiburan, tapi jangan sampai Hari Kemerdekaan dijadikan ajang mengganti jati diri bangsa,” tegasnya.
Baca Juga: Kurban Bersama Kader Banteng, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar Sembelih 3 Ekor Sapi
Joko menambahkan, pihaknya siap membentuk tim pemantau kegiatan peringatan HUT RI ke-80 di berbagai daerah, khususnya Blitar dan sekitarnya, untuk memastikan tidak ada pelanggaran terhadap penggunaan simbol negara.
Sebagaimana diketahui, bendera One Piece merupakan simbol fiktif dari sebuah kelompok bajak laut dalam serial animasi asal Jepang. Belakangan ini, seiring meningkatnya popularitas serial tersebut, muncul tren di kalangan penggemar untuk mengibarkan bendera tersebut dalam berbagai acara, termasuk momen kemerdekaan. Namun tindakan ini mendapat peringatan keras karena dikhawatirkan mengaburkan nilai-nilai patriotisme dan merusak semangat nasional.
Baca Juga: 14 Perguruan Silat Blitar Desak PAW Ketua IPSI, Katiman Dituding Tak Netral
Dengan nada tegas, Joko menutup pernyataannya:
“Kalau kita tidak hormati bendera kita sendiri, jangan harap bangsa lain akan menghargai kita. Mari jaga Merah Putih, jaga harga diri bangsa.”**












