Di sisi lain, Jenderal Munir diketahui memiliki dukungan yang solid dari internal militer Pakistan serta parlemen negara tersebut. Hal ini terbukti dengan perpanjangan masa jabatannya hingga tahun 2027, sebuah indikasi kepercayaan yang besar terhadap kepemimpinannya.
Namun, bagi India, pendekatan ideologis Munir terhadap militerisasi Pakistan menimbulkan kewaspadaan tinggi terkait arah kebijakan Islamabad ke depan, terutama dalam konteks hubungan bilateral yang sudah lama diwarnai konflik.
Analisis menunjukkan bahwa di bawah kepemimpinan Jenderal Asim Munir, militer Pakistan tidak hanya berfungsi sebagai alat pertahanan negara semata. Lebih dari itu, institusi militer di bawah komandonya juga menjelma menjadi instrumen ideologi yang berpotensi besar untuk mempengaruhi stabilitas kawasan Asia Selatan secara keseluruhan.
Retorika keagamaan yang kuat dalam militer Pakistan di bawah Munir dikhawatirkan akan semakin memperdalam jurang perbedaan dan mempersulit upaya penyelesaian konflik Kashmir secara damai. Dunia internasional kini menanti dengan cemas, bagaimana pendekatan ideologis ini akan mewarnai dinamika hubungan India-Pakistan di masa mendatang.
Baca Juga: Terungkap! 'Dog Fight' 1 Jam di Langit Kashmir: Jet Tempur China 'Sikat' 3 Rafale India












