Prosedur Darurat dan Penyelidikan Lanjut
Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Kementerian Perhubungan terkait penanganan gawat darurat, Emergency Operation Center (EOC) segera diaktifkan. “Kemudian Pak GM berkoordinasi dengan aparat kepolisian, TNI AU, Lanud, Angkatan Darat, dan Avsec kerja sama dan koordinasi masalah keamanan penerbangan,” ujar Asri.
Personel gabungan kemudian mengevakuasi seluruh penumpang tanpa membawa barang bawaan mereka. Para jemaah diamankan ke lokasi khusus untuk proses imigrasi dan kebutuhan lainnya. “Kemudian teman-teman dari keamanan polisi, Jihandak, angkatan darat dan udara semuanya memindahkan pesawat ke area isolasi. Kemudian tim Jihandak turun dengan peralatan lengkap dan dengan SOP yang ada menyisir seluruh isi pesawat,” jelas Asri. Proses penyisiran dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kabin, kargo, hingga setiap sudut terkecil pesawat. “Sampai saat ini belum didapatkan ancaman bom.”
Dari keterangan sementara, surel ancaman tersebut ditulis dalam bahasa Inggris dan diduga berasal dari warga Bombay, India. Namun, Asri menegaskan bahwa penyelidikan lebih lanjut terkait detail surel dan pelakunya merupakan wewenang dari pihak penyidik Mabes Polri. Insiden ini menunjukkan kesigapan aparat dalam menangani ancaman keamanan penerbangan demi keselamatan penumpang.












