Example floating
Example floating
Peristiwa

Jelang Lebaran, Satu Desa Locdown, Covid dari Klaster Mudik

Avatar
×

Jelang Lebaran, Satu Desa Locdown, Covid dari Klaster Mudik

Sebarkan artikel ini
Jelang Lebaran, Satu Desa Locdown, Covid dari Klaster Mudik
Jelang Lebaran, Satu Desa Locdown, Covid dari Klaster Mudik

Pati, Memo

Jelang Lebaran, Satu Desa Locdown, Covid dari Klaster Mudik. Kurang dari dua pekan jelang Lebaran, mobilitas warga dari ibu kota ke kampung halaman mulai meningkat. Meski pengetatan dan larangan sudah diterapkan namun masih banyak warga yang mudik ke kampung halaman.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Yang dikhawatirkan pun terjadi, satu persatu klaster COVID19 akibat mudik bermunculan. Di Pati Jawa Tengah, 39 warga Desa Kuryokalangan positif COVID-19 setelah menghadiri hajatan di rumah pemudik asal Jakarta.

Ketua GTPP COVID 19 Pati Haryanto mengatakan, sebelumnya warga Desa Kuryokalangan itu memang ada hajatan manaqib. Sementara yang mengundang adalah warga yang baru pulang dari Jakarta.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Namun, warga tidak mengetahui bahwa empunya rumah itu rupanya positif COVID-19. “Manaqib kan satu perbuatan yang bagus ya.

Kemudian makan bareng, enggak terasa orang yang menyelengarakan itu indikasi (COVID-19) karena dari Jakarta. Kemudian pak camatnya lapor kepada saya,” katanya, Kamis (29/4).

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Lantas bagaimana penanganan dan pencegahan agar klaster mudik tidak meluas. Tema tersebut akan diulas dalam dialog iNews Sore hari ini bersama Ketua Bidang Perubahan PerilakuSatgas Penanganan COVID-19Sonny Harry B. Permadi.

iNews Sore juga hadirkan perkembangan informasi dari lima polisi di Surabaya yang tertangkap saat pesta narkoba. Saat penggerebekan, petugas menemukan barang bukti sabu, happy five dan ekstasi. Kelimanya kini diperiksa divisi Propam Mabes Polri guna penyelidikan lebih lanjut.