Jakarta, Memo
Kabar penangkapan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Emanuel Ebenezer oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 20 Agustus 2025, bukan sekadar berita OTT pejabat biasa.
Baca Juga: Kepergok Hendak Cabuli Nenek 82 Tahun, Pria di Gowa Nyaris Diamuk Massa
Peristiwa ini mengguncang panggung politik nasional, mengingat sosoknya yang dikenal luas sebagai Ketua Umum relawan Jokowi Mania (JoMan), salah satu kelompok pendukung utama Presiden Joko Widodo.
Penangkapan ini tidak hanya mengakhiri karier politiknya sebagai pejabat, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas di tubuh pemerintahan dan organisasi relawan pendukung.
Baca Juga: Bonatua Silalahi Bedah 9 Poin Krusial dalam Salinan Ijazah yang Sempat Dirahasiakan
Emanuel Ebenezer, yang akrab disapa Noel, memiliki rekam jejak politik yang panjang. Ia memulai karirnya sebagai aktivis dan kemudian menjadi salah satu tokoh sentral dalam gerakan relawan yang mengantarkan Joko Widodo ke kursi kepresidenan.
Loyalis Jokowi Yang Semula Mendukung Ganjar Pranowo Hingga Meloncat Mendukung Prabowo
Peran utamanya adalah sebagai pemimpin Jokowi Mania, sebuah kelompok yang dikenal loyal dan vokal dalam mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah.
Baca Juga: Operasi Senyap KPK Intensifkan Agenda Bersih-Bersih Korupsi di Lingkungan Kementerian Keuangan
Popularitasnya mencapai puncaknya ketika JoMan sempat membuat kontroversi dengan menarik dukungan dari salah satu calon presiden, Ganjar Pranowo, dan kemudian menyatakan dukungan kepada calon presiden lainnya, Prabowo Subianto.
Keputusan ini menunjukkan pengaruh Noel yang signifikan dalam peta politik, yang kemudian mengantarkannya ke jabatan strategis sebagai Wamenaker, sebuah posisi yang didapatkannya sebagai imbalan atas dedikasi politiknya.
22 Kendaraan Mewah Disita, Termasuk Koleksi Moge dan Mobil Sport
Penangkapan Noel oleh KPK terjadi terkait dugaan kasus pemerasan dalam pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Operasi senyap ini berhasil mengamankan 14 orang, termasuk Noel, seorang pejabat eselon dua di Kemnaker, dan beberapa perwakilan dari sektor swasta. Seolah menambah daftar kejutan, KPK memamerkan 22 unit kendaraan mewah yang disita sebagai barang bukti, terdiri dari 15 mobil dan 7 sepeda motor.












