Example floating
Example floating
Life Style

Jamu Tradisional Beras Kencur Diajukan ke Unesco Sebagai Warisan Budaya Indonesia

A. Daroini
×

Jamu Tradisional Beras Kencur Diajukan ke Unesco Sebagai Warisan Budaya Indonesia

Sebarkan artikel ini
jamu beras kencur

“Kalau produksinya bagus maka menyehatkan dompet pelaku usahanya,” ujar dia.

Momentum Hari Pahlawan, lanjut Khofifah, harus nyambung dengan pengembangan UMKM. “Kesejahteraan masyarakat harus dibangun,” ucapnya.

Baca Juga: Langkah Hijau Volume Sampah Ramadhan Di Bondowoso Potensi Meningkat Sarkaspace Hadirkan Drop Box Khusus Botol Plastik Untuk Jaga Kebersihan Kota

Terlebih UMKM Jatim berkontribusi 57,81 persen terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).

“Jamu beras kencur adalah salah satu peluang usaha mikro karena gampang sekali pembuatannya. Yaitu berasnya direndam, kencur diperas, lalu direbus, jadilah beras kencur. Masing-masing rumah tangga bisa melakukan,” kata dia.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

21 Ribu Peserta Minum Jamu Beras Kencur Usai Peringatan Hari Pahlawan

Gubernur Khofifah menandaskan, kalau jamu beras kencur menjadi sentra UMKM tentu akan menumbuhkembangkan UMKM di Jatim yang berarti menambah sumber eknomi tiap rumah tangga.

“Penguatan UMKM harus seiring dengan membangun nasionalisme pada Hari Pahlawan,” kata dia.

Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya

Senior Manager MURI Triyono mengatakan peserta minum jamu beras kencur yang dilaksanakan serentak secara hybrid usai upacara peringatan Hari Pahlawan di wilayah Pemprov Jatim diikuti lebih dari 21 ribu orang.

“Telah kami catat sebagai rekor dunia. Itu juga bentuk dukungan MURI terhadap agenda jamu beras kencur yang saat ini sedang diajukan ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia tak benda asal Indonesia,” tuturnya.