Example floating
Example floating
BLITAR

Jam Operasional Terbatas, Pedagang Grosir Wlingi Tuntut Pasar Khusus

Prawoto Sadewo
×

Jam Operasional Terbatas, Pedagang Grosir Wlingi Tuntut Pasar Khusus

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id
Rencana pembangunan Pasar Grosir Wlingi kembali mencuat. Paguyuban Pedagang Grosir Pasar Wlingi (PPGPW) Kabupaten Blitar mendesak Pemerintah Kabupaten Blitar agar segera merealisasikan pembangunan yang disebut telah memiliki masterplan lengkap sejak 2024 lalu.

Ketua PPGPW, Suhut Jatmiko, didampingi Imam Basori selaku Sekretaris Masyarakat Peduli Blitar (MPB), menyampaikan aspirasi tersebut pada Rabu 18 Februari 2026.

Baca Juga: BUMDes Bululawang Disorot, Dana Rp135 Juta Diduga Tak Jelas Realisasinya

“Kami mohon kepada Pemerintah Kabupaten Blitar untuk merespon dan menindaklanjuti apa yang sudah direncanakan terkait relokasi di Pasar Grosir Wlingi,” jelas Suhut.

Menurutnya, proses perencanaan pembangunan Pasar Grosir Wlingi telah melalui tahapan panjang, bahkan disebut hampir final. Namun hingga kini, realisasi fisik belum juga dimulai.

Baca Juga: Dua Minggu Tutup karena Limbah Meluber, SPPG Cepoko Kembali Buka Meski Perbaikan Baru Dimulai

“Dari proses yang sudah berjalan kemarin mulai dari perencanaan sampai hampir final masterplan terkait pendirian Pasar Grosir Wlingi itu, jika pemerintah serius harusnya sudah mulai pembangunan,” tegasnya.

Ia menambahkan, hasil kajian pada akhir tahun 2024 sudah menghasilkan masterplan yang lengkap dan siap dijalankan.

Baca Juga: Kades Samuji Tegaskan Pemanfaatan SDN Tlogo 2 untuk KDMP Tak Ganggu KBM

“Hasil kajian sekitar akhir tahun 2024 kemarin sudah sampai tahap masterplan komplit, tinggal jalan,” imbuhnya.

Saat ini tercatat sekitar 210 pedagang grosir di Wlingi, dengan 155 pedagang tergabung dalam paguyuban PPGPW. Namun aktivitas mereka masih dilakukan di lokasi sementara, yakni Sub Terminal Wlingi.

“Selama ini sementara kami hanya menempati Sub Terminal Wlingi. Kalau di daerah lain seperti Kediri, Tulungagung, Malang dan lainnya saja sudah memiliki pasar grosir sendiri,” ujar Suhut.

Ia menilai kondisi di Wlingi belum ideal karena aktivitas grosir masih bercampur dengan pasar tradisional. Selain itu, jam operasional yang terbatas turut menyulitkan pedagang.