Hasilnya sudah mulai terlihat. Sejak program ini digulirkan, tim mandor telah sukses menangani 124 ruas jalan dengan total panjang hampir 39 kilometer. Lebih dari sekadar menambal lubang, beberapa proyek peningkatan jalan besar pun telah rampung, seperti ruas Blimbing–Gudo dan Mojoagung–Mojoduwur, yang tentu saja membawa napas lega bagi para pengguna jalan.
Lalu, bagaimana dengan kerusakan berat yang membutuhkan penanganan lebih serius? Bayu menjelaskan, untuk kategori ini, Dinas PUPR Jombang telah menyiapkan strategi jangka panjang. “Untuk kerusakan berat, kami mengusulkan penanganan melalui program peningkatan dan rehabilitasi jalan dalam jangka panjang,” ungkapnya, menunjukkan perencanaan yang komprehensif.
Meski fokus utama saat ini adalah jalan, PUPR Jombang tidak melupakan sektor vital lainnya. Bidang sumber daya air juga menjadi prioritas. Tim normalisasi mereka telah menuntaskan pekerjaan di 13 titik saluran dan sungai sepanjang total 26 kilometer, memastikan kelancaran irigasi dan mitigasi banjir.
Namun, seperti ditegaskan Bayu, “Yang paling besar tetap di infrastruktur jalan, termasuk untuk mendukung tim mandor jalan.” Prioritas tetap pada jalan, karena mobilitas yang lancar adalah kunci kemajuan Jombang. Kini, dengan “pasukan mandor” yang siap tempur, harapan akan jalan mulus dan aman di Jombang semakin nyata bagi setiap warga.
Baca Juga: Syawalan 1447 H di Ponpes Wali Barokah, Dandim 0809/Kediri Pesankan Ini












