Blitar, Memo.co.id
Laporan jalan berlubang di areal Pasar Wlingi, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, langsung mendapat respons cepat dari pemangku wilayah setempat. Tak menunggu hari berganti, dalam hitungan jam, jalan rusak yang sempat membahayakan pengguna langsung dibenahi.
Baca Juga: Deteksi Dini Penyakit Penting, Nurhadi Ajak Masyarakat Blitar Rutin Skrining Kesehatan
Peristiwa ini bermula saat Ketua LSM Laskar, Swantantio Hani Irawan atau yang akrab disapa Tiok, melintasi jalan tersebut. Tanpa disadari, ia terjeblos ke lubang jalan yang tertutup genangan air hujan.
“Waktu itu lubangnya nggak kelihatan karena tergenang air. Saya sendiri sampai kejeglong. Terus banyak pedagang pinggir jalan juga cerita ke saya, di situ sering ada yang jatuh,” ungkap Tiok kepada Memo.co.id.
Baca Juga: Berbagi di Bulan Ramadan, Polsek Sananwetan Bagikan Takjil untuk Pengendara
Khawatir akan jatuh korban berikutnya, Tiok langsung melaporkan kondisi tersebut kepada Kepala Kelurahan (Kalur) Babadan Wlingi, Anang Mustofa.
“Saya langsung lapor ke Pak Kalur Babadan, Pak Anang Mustofa. Beliau kan juga baru menjabat di Babadan,” katanya.
Baca Juga: BGN Turun Tangan, Puluhan SPPG di Blitar Raya Ditutup Karena Tak Penuhi Standar

Respons cepat pun datang di luar dugaan. Tiok mengaku terkejut saat hanya dalam beberapa jam setelah laporan, dirinya menerima kiriman video dan foto proses perbaikan jalan.
“Belum sampai hitungan hari, cuma beberapa jam saja. Kaget saya, kok Pak Kalur langsung kirim video dan foto. Ternyata beliau kerja bareng Pak Camat Wlingi, Besta Alfinsia Rachmawan, dan warga langsung menutup jalan berlubang itu,” jelas Tiok.
Ia pun mengapresiasi langkah cepat tersebut dan berharap bisa menjadi teladan bagi pejapejabat lainnya
“Semoga ini jadi contoh. Kalau ada keluhan warga, langsung ditindak cepat, tanpa banyak retorika dan janji-janji,” tambahnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi Memo.co.id, Kalur Babadan Wlingi, Anang Mustofa, menegaskan bahwa langkah tersebut murni bentuk kepedulian terhadap keselamatan warga.
“Sudah banyak laporan dari masyarakat. Saya khawatir kalau ditunda-tunda, bisa makin banyak korban keckorban kecelakaan.
Anang mengaku langsung berkoordinasi dengan Dinas PUPR KDinas PUPR Kabupaten Blitar Wlingi untuk mencari solusi cepat.
“Kami lapor ke Dinas PUPR dan ke Pak Camat. Kebetulan di wilayah Wlingi ada warga yang punya HMP atau campuran aspal panas. Saya koordinasi, alhamdulillah beliau mengizinkan dipakai,” terang Anang.
Tak ingin berlama-lama, Anang bersama Camat Wlingi dan warga sekitar langsung turun tangan menutup lubang jalan tersebut.
“Langsung kami kerjakan bersama-sama. Yang penting lubangnya tertutup dan tidak membahayakan lagi,” pungkasnya.
Langkah sigap ini menjadi bukti bahwa kehadiran pemerintah di tengah warga bukan soal panjangnya rapat, melainkan seberapa cepat tangan bergerak saat keselamatan rakyat dipertaruhkan.**












