Blitar, Memo.co.id
Kasus dugaan pungutan liar (pungli) dalam layanan hemodialisa (cuci darah) di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar mendapat perhatian serius dari Komisi I DPRD Kota Blitar. Ketua Komisi I DPRD Kota Blitar, Agus Zunaidi, SE, menegaskan tidak ada satu pun anggota dewan yang terlibat atau “kecipratan” aliran uang haram sebagaimana isu yang beredar.
Hal tersebut disampaikan Agus melalui sambungan seluler, menanggapi maraknya pemberitaan dugaan pungli yang mencuat ke ruang publik.
Baca Juga: SPPG YASB Sananwetan Tingkatkan Kualitas Dapur, Terapkan IPAL Modern Sesuai SOP BGN
“Kami pastikan seluruh jajaran dan anggota Komisi I tidak ada yang kecipratan uang dari rumah sakit, sesuai viralnya pemberitaan,” tegas Agus.
Menurutnya, sejak awal seluruh anggota Komisi I telah diwanti-wanti agar tidak menerima pemberian dalam bentuk apa pun dari lembaga mitra kerja, termasuk rumah sakit.
Baca Juga: KORMI Kabupaten Blitar Mulai Tancap Gas, Rakor Perdana Jadi Pondasi Awal
“Bahkan sebelum adanya pemberitaan, kami sudah mengingatkan agar jangan sampai ada anggota Komisi I menerima pemberian apa pun dari lembaga mitra tugasnya,” jelasnya.
Seiring mencuatnya dugaan penyimpangan di RSUD Mardi Waluyo, Komisi I DPRD Kota Blitar telah mengagendakan langkah pengawasan langsung di lapangan. Namun, karena bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru, inspeksi mendadak (sidak) baru akan dilakukan pada awal Januari mendatang.
Baca Juga: Dukung Pembinaan Olahraga Pelajar, Turnamen Voli Kadin Cup 2025 Berlangsung Meriah
“Karena ini masuk liburan Natal dan Tahun Baru, kami agendakan sidak ke rumah sakit awal Januari nanti,” ujar Agus.
Agus menambahkan, pengawasan Komisi I tidak hanya terbatas pada sektor kesehatan. Dunia pendidikan juga menjadi perhatian serius, terutama terkait dugaan pungli yang kerap muncul saat tahun ajaran baru.
“Tugas kami di Komisi I juga mengawasi dunia pendidikan di Kota Blitar, urusan pemerintahan, pelayanan publik, dan OPD. Jadi kalau ada dugaan pungli di salah satu lembaga, kami wajib melakukan sidak,” tegasnya.












