Menurut Andi, pada tahun 2014, ia tidak memiliki alasan untuk meragukan keaslian ijazah Jokowi. “Saat itu di kepala saya, seseorang yang sudah dicalonkan, sudah dua kali wali kota, sudah satu kali gubernur, tidak ada di kepala saya untuk mengecek keaslian ijazah,” tambahnya. Ia menganggap proses administrasi tersebut sebagai hal yang normal dan tidak mengingat adanya kejanggalan.
“Untuk memastikan bahwa dokumen-dokumen kelengkapan syarat administrasi itu dinyatakan lengkap, itu tugas-tugas kami menyerahkan dokumen-dokumen,” jelas Andi.
Ia berasumsi bahwa proses verifikasi telah dilakukan karena dokumen tersebut kemudian dinyatakan sah. Andi juga menegaskan bahwa untuk proses formal administrasi Pemilu 2014 dan 2019, ijazah Jokowi telah dinyatakan sah dan lengkap oleh pihak berwenang.
“Masalah ini apakah perlu digali lebih dalam lagi atau gimana ya, untuk acara formal proses administrasi untuk Pemilu 2014 dan 2019, masalah ini dinyatakan sah dan lengkap oleh yang berwenang proses pemilihan umum,” tandasnya.
Baca Juga: GEMPAR! Sidang Impor Gula Seret Nama Jokowi, Tom Lembong Ungkap Perintah Langsung Presiden
Pengakuan Mengenal Nama-nama yang Disebut
Meskipun demikian, Andi tidak mempermasalahkan jika masyarakat ingin menggali lebih jauh mengenai keabsahan ijazah tersebut. Ia juga mengakui mengenal nama-nama seperti David, Anggit, dan Widodo, yang disebut Beathor Suryadi. Menurut Andi, mereka adalah “tim Pak Jokowi dari Solo.”
Klarifikasi Andi Widjajanto ini diharapkan dapat memberikan perspektif tambahan dalam pusaran isu ijazah Jokowi yang terus bergulir.
Baca Juga: Di Balik Kabut Isu, Deretan Dugaan Kasus yang Membayangi Jokowi dan Lingkarannya












