Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Abata

Intrik Peta Politik Lokasi Muktamar NU 2026 Terbaru Tiga Kubu Mulai Saling Sikut

A. Daroini
×

Intrik Peta Politik Lokasi Muktamar NU 2026 Terbaru Tiga Kubu Mulai Saling Sikut

Sebarkan artikel ini
Intip bocoran peta politik lokasi Muktamar NU 2026 terbaru. Tiga faksi besar PBNU saling sikut demi amankan wilayah strategis jelang pengumuman 7 Juli.

MEMO, JAKARTA — Perebutan tempat wilayah untuk gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) pada 1–5 Agustus 2026 mendatang mendadak berubah menjadi panggung pertempuran politik yang panas. Tim Survei Lokasi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kini tengah menguji kelayakan lima daerah kandidat, yaitu Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, NTB, dan Sumatera Barat.

Di balik alasan teknis logistik, penentuan titik koordinat ini menjadi penentu hidup dan mati bagi tiga poros kekuatan besar yang sedang bertarung berebut takhta kepemimpinan.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Siasat Jauh-Jauh ke Luar Jawa demi Kontrol Suara

Menghindari Tekanan Massa Kultural

Poros petahana alias Kubu Kramat Raya yang disetir oleh KH Yahya Cholil Staquf awalnya sempat melirik Pondok Pesantren Lirboyo di Kediri. Namun, konstelasi politik berubah total setelah melihat kuatnya taji kelompok oposisi saat menggelar Munas-Konbes di Ploso pada Juni lalu.

Kini, operator lapangan dari faksi petahana dilaporkan berbalik arah dan memilih untuk mendorong Nusa Tenggara Barat (NTB) atau Sumatera Barat sebagai pelabuhan akhir.

“Menempatkan Muktamar di luar Pulau Jawa adalah taktik evakuasi taktis,” ujar seorang sumber dari lingkaran struktural PBNU saat diwawancarai.

Penyaringan Alami Penggembira

Langkah menjauh dari tanah Jawa ini dinilai sebagai strategi jitu untuk menyaring kehadiran massa kultural, santri, hingga kiai kampung yang tidak punya hak suara resmi.

Tanpa adanya kepungan ribuan massa di luar arena sidang, petahana dinilai bakal lebih leluasa mengunci suara dari PCNU luar Jawa yang SK kepengurusannya sudah diamankan lewat Tim Panel.

Jakarta dan Jawa Barat Jadi Pilihan Faksi Tengah

Mendekat ke Pusat Kekuasaan

Arah berbeda justru diambil oleh Kubu Hotel Sultan yang menjagokan Menteri Agama Prof. KH Nasaruddin Umar. Melalui pergerakan taktis Saifullah Yusuf (Gus Ipul) selaku Ketua Panitia Pelaksana, faksi ini ingin arena pertempuran tetap berada di dekat episentrum kekuasaan.

Mereka menilai DKI Jakarta atau wilayah penyangganya di Jawa Barat adalah lokasi yang paling ideal dan strategis.