Example floating
Example floating
Birokrasi

Indonesia Capai Surplus Beras, Pujian dari Negara Kamboja Mengalir

A. Daroini
×

Indonesia Capai Surplus Beras, Pujian dari Negara Kamboja Mengalir

Sebarkan artikel ini
menteri pertanian amran

Jakarta, Memo

Pemerintah Indonesia mencatatkan prestasi gemilang di sektor pertanian dengan mencapai surplus produksi beras yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini disampaikan oleh Presiden Prabowo, dalam sebuah acara yang dihadiri oleh Menteri Pertanian dan sejumlah pejabat tinggi lainnya.

Baca Juga: Kementerian PPPA Dorong Ruang Bersama Indonesia untuk Penguatan Perempuan dan Anak di Desa

“Belum pernah kita pemerintah menguasai memiliki jumlah tonase beras sebesar sekarang, Saudara-saudara. Ini suatu prestasi,” ujar Presiden Prabowo Subiyanto, menekankan bahwa pencapaian ini bukanlah hasil yang instan, melainkan buah dari kerja keras dan ketelitian dalam mengelola sektor pertanian.

Presiden Prabowo Subiyanto memuji kinerja para pejabat terkait, khususnya Menteri Pertanian dan timnya, yang dinilai telah bekerja keras dan fokus dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk perubahan iklim dan krisis pangan. “Saya bukan saya suka muji-muji, tidak. Tapi saya ya namanya kepala sekolah kalau ada yang berprestasi saya harus kasih tahu prestasi benar enggak?” katanya.

Baca Juga: Prabowo Pilih Kasih Makan Rakyat Daripada Biarkan Uang Negara Dikorupsi

Prestasi ini juga mendapat sorotan dari dunia internasional. Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, yang kini menjabat sebagai Presiden Senat, secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada Indonesia atas pencapaian produksi beras yang melimpah. “Kami perhatikan bahwa prestasi Indonesia luar biasa. Produksi berasnya sangat naik sampai berlimpah. Ini akan berpengaruh kepada kita,” ujar Hun Sen, yang biasanya menjual beras ke Indonesia, namun kini harus mencari pasar baru.

Presiden Prabowo Subiyanto menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kebijakan-kebijakan yang tepat dan kerja keras semua pihak. Ia juga menyinggung peran Presiden Joko Widodo dalam menunjuk Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian. “Saya ketemu saudara Amran. Saya lihat bahwa ini masuk akal dan beliau pernah jadi Menteri Pertanian. Beliau pernah mencapai swasembada,” ungkapnya.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Penunjukan Amran Sulaiman, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Pertanian di kabinet pertama Presiden Jokowi, dinilai sebagai langkah strategis. Presiden Prabowo Subiyanto menjelaskan bahwa ia mengusulkan nama Amran Sulaiman kepada Presiden Jokowi karena pengalamannya dan rekam jejaknya di sektor pertanian.

“Tanpa pangan enggak ada tentara. Mau perang pakai apa? Pakai senjata enggak ada makan enggak bisa jalan prajurit itu,” tegas Presiden Prabowo Subiyanto, menekankan pentingnya sektor pertanian bagi ketahanan nasional.

Presiden Prabowo Subiyanto juga menegaskan bahwa dalam urusan negara dan bangsa, kepentingan partai harus dikesampingkan. “Saya pun dari partai-partai yang ada saya selalu minta Anda silakan tapi saya minta yang saudara ajukan yang terbaik,” pungkasnya.