Bersumber pada hasil analisis Bappenas, penyusutan jam kerja di sektor manufaktur mengakibatkan hilangnya pemasukan dalam perekonomian mencapai Rp 1.158 triliun selama 30 minggu. Jumlah ini setara dengan hilangnya jam kerja sebanyak 57,9 miliar jam.
Melihat keadaan tersebut, Suharso berkata bahwa pemerintah sudah mengeluarkan berbagi macam kebijakan untuk membangkitkan kembali daya beli masyarakat. Terkait juga mengerahkan upaya supaya UMKM dan manufaktur dapat kembali berjalan. Tujuannya ialah supaya perekonomian tidak anjlok terlalu dalam.
“Kita pasti tidak akan membiarkan kontraksi ini sepanjang tahun, makanya banyak hal yang kita lakukan. Pemerintah melalui Sosial Safety Net (SSN) memberikan bantuan agar daya beli masyarakat senantiasa tetap terjaga dan kontraksi ekonomi di kuartal II dapat dijaga. Ini merupakan pekerjaan rumah kita dalam rangka pemulihan ekonomi tahun 2021,” tandasnya. (ARM)












