Ia juga mencontohkan bahwa jika ada kasus yang melibatkan satu atau dua wartawan yang melanggar kode etik, bukan berarti seluruh profesi wartawan harus dipukul rata. Begitu pula dengan institusi lain, termasuk kepolisian.
“Kalau satu atau dua oknum yang berbuat kesalahan, jangan sampai semua orang di dalam institusi itu terkena dampaknya. Tentu mereka yang bekerja dengan baik juga akan merasa keberatan,” jelasnya.
Menbud Belum Mendengar Lagunya Secara Langsung
Meski ramai diperbincangkan, Fadli Zon mengakui bahwa dirinya belum mendengarkan langsung lagu “Bayar-Bayar” yang kini sedang viral. Namun, ia menegaskan bahwa kritik yang membangun tetap diperbolehkan selama tidak menyinggung institusi secara keseluruhan.
“Saya sendiri belum mendengar lagu tersebut secara langsung, tetapi saya memahami bahwa kritik yang bertujuan untuk membangun itu sah-sah saja. Yang penting ada batasan yang perlu diperhatikan,” tutupnya.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Lagu “Bayar-Bayar” masih terus menjadi perbincangan panas di media sosial, dengan berbagai opini dari masyarakat. Ada yang mendukung lagu tersebut sebagai bentuk kritik sosial, sementara ada pula yang menganggapnya berlebihan dan bisa merusak citra institusi tertentu.












