Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Humaniora

Heboh Kera Putih Muncul di Perkampungan Warga, Ini Pertanda

A. Daroini
×

Heboh Kera Putih Muncul di Perkampungan Warga, Ini Pertanda

Sebarkan artikel ini
penampakan-monyet-putih-di-pura-pecatu-bali-diyakini-sebagai-pertanda-baik
penampakan-monyet-putih-di-pura-pecatu-bali-diyakini-sebagai-pertanda-baik

 

BADUNG, Memo -penampakan-monyet-putih-di-pura-pecatu-bali-diyakini-sebagai-pertanda-baik – Kemunculan sesosok monyet putih atau albino atau yang lebih dikenal dalam pewayangan sebagai hanoman di sekitar Pura Selonding, Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Badung , Bali menghebohkan warga.

Baca Juga: Kades di Garut Gemparkan Warga: Nikahi Tujuh Janda Sekaligus, Ini Alasannya!

Hal diyakini ini merupakan satu-satunya monyet putih yang berada di sekitar Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Bali. Monyet putih ini tidak sembarang waktu menampakkan diri kecuali pada saat-saat tertentu.

Pasca kemunculan monyet putih itu Pengempon Ida Betara Luhur Uluwatu bersama Bendesa Adat Pecatu segera menggelar persembahyangan memohon keselamatan di Pura Selonding yang letaknya berada di dalam goa.

Baca Juga: Kritik Tajam Hasan Nasbi Soal Plesetan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Program MBG Prabowo

Saat Pengempon Pura Luhur Uluwatu dan Bendesa Adat Pecatu tiba di Pura Selonding monyet putih atau wanara petak itu tidak terlihat sama sekali. Namun jelang pelaksanaan persembahyangan monyet putih tersebut tiba-tiba menampakkan dirinya di sekitar areal pura dan kerap berpindah-pindah hingga menaiki gapura pura.

Kemudian saat Pengempon Pura Luhur Uluwatu dan Bendesa Adat Pecatu melaksanakan persembahyangan di dalam Goa Pura Selonding monyet putih itu selalu berada sekitar tempat persembahyangan.

Baca Juga: Sinergi LDII dan Ponpes Wali Barokah Kediri Wujudkan Kesalehan Sosial Melalui Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

“Saya meyakini kemunculan ini sebagai pertanda baik serta berharap pandemi segera berakhir sehingga sektor pariwisata kembali menggeliat untuk membangkitkan kembali Perekonomian Bali,” ungkap Pengempon Pura Luhur Uluwatu I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya.

Sementara Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta mengakui fenomena munculnya monyet putih sangat jarang dapat dijumpai. “Meski sering melaksanakan persembahyangan di Pura Selonding, Bendesa Adat Pecatu baru dua kali bisa melihat secara langsung monyet putih tersebut yaitu sekitar 8 atau 10 tahun lalu dan saat melaksanakan persembahyangan bersama kali ini,” kata I Made Sumerta.

Dalam pewayangan monyet putih biasanya dikenal dengan sebutan hanoman. Selain itu di Bali monyet putih ini dianggap sakral dan penuh misteri sehingga kemunculannya untuk menampakan diri dianggap membawa pesan-pesan tertentu.