Example floating
Example floating
KEDIRI RAYA

Harmoni Tradisi Bahari Trenggalek Meriahkan Larung Sembonyo Karanggongso

A. Daroini
×

Harmoni Tradisi Bahari Trenggalek Meriahkan Larung Sembonyo Karanggongso

Sebarkan artikel ini
Harmoni Tradisi Bahari Trenggalek Meriahkan Larung Sembonyo Karanggongso

TRENGGALEK, memo.co.id – Semangat kebersamaan dan kekayaan budaya bahari Trenggalek terpancar jelas dalam puncak acara Bersih Desa dan Labuh Laut Larung Sembonyo Karanggongso. Ribuan masyarakat membanjiri Pelabuhan Niaga Karanggongso, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, pada Rabu (28/05/2025), dalam sebuah perayaan yang tak hanya sakral, namun juga penuh hiburan tradisional.

Kegiatan ikonik ini, yang diselenggarakan secara turun-temurun oleh para nelayan bersama masyarakat Dusun Karanggongso, menjadi magnet tersendiri. Tak hanya fokus pada prosesi utama larung sembonyo, rangkaian acara juga menyuguhkan beragam hiburan yang memukau, termasuk pawai arak-arakan tumpeng agung yang megah.

Baca Juga: Wujud Kepedulian Sosial, KAI Daop 7 Madiun Sepanjang Tahun 2025 Salurkan Dana Sosial Rp 778 Juta

Untung Luki, salah satu anggota panitia acara, menjelaskan bahwa perayaan ini telah berlangsung selama tiga hari penuh, dimulai sejak Senin (26/05/2025). “Persiapan panitia sudah dari satu minggu yang lalu, tapi rangkaian acara larung sembonyo ini berlangsung selama tiga hari, sejak Senin kemarin sampai hari ini,” ungkap Untung Luki.

Prosesi labuh laut diawali dengan arak-arakan yang memukau. Sesaji dan tumpeng agung setinggi dua meter diarak sejauh dua kilometer, memulai perjalanan dari Pantai Simbaronce menuju Pelabuhan Niaga Karanggongso. Pawai spektakuler ini diikuti oleh sekitar 500 peserta, termasuk warga Dusun Karanggongso dan antusiasme dari siswa-siswi SD Negeri 5 Tasikmadu, yang berbaris rapi mengenakan pakaian adat dan membawa berbagai ornamen tradisional.

Baca Juga: Laksanakan Tugas Kemanusiaan, Babinsa Koramil 02 Pesantren / Kodim 0809 Kediri Amankan dan Evakuasi ODGJ di Kelurahan Tempurejo

Tak hanya masyarakat umum, pawai juga diramaikan oleh kehadiran unsur Forkopimcam Watulimo, seperti Camat, Kapolsek, Danramil, serta Kepala Desa Tasikmadu, menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelestarian tradisi ini. “Arak-arakan ini merupakan bagian dari kegiatan labuh laut ini, setidaknya ada sekitar 500 orang yang ikut arak-arakan hari ini,” tambah Untung Luki.

Antusiasme warga begitu meluap. Banyak penduduk setempat yang menyaksikan pawai dari tepi jalan, bahkan tak sedikit yang menggelar tikar di depan rumah untuk menikmati jalannya acara yang berlangsung sekitar satu jam tersebut. Dengan barisan yang mencapai panjang sekitar 100 meter, tumpeng agung dan sesaji berada di bagian paling belakang pawai, menjadi simbol kemakmuran dan rasa syukur.

Baca Juga: Upaya Peningkatan Keselamatan Perka, KAI Daop 7 Madiun Tutup Perlintasan Liar

“Ini juga merupakan bersih desa, makanya tumpeng agung ini diarak ya sebagai hiburan buat masyarakat Karanggongso,” pungkas Untung Luki, menegaskan bahwa perayaan ini adalah wujud nyata dari upaya menjaga keseimbangan alam dan memohon keberkahan, sekaligus menjadi pesta rakyat yang dinanti setiap tahun. Perayaan Labuh Laut Larung Sembonyo Karanggongso adalah cerminan kuat dari budaya masyarakat pesisir yang terus lestari di Kabupaten Trenggalek.