Example floating
Example floating
Humaniora

Hari Waisak di Wihara Jaya Saccako Kediri, angkat tema: ” Moderasi Beragama Membangun Kedamaian.”

A. Daroini
×

Hari Waisak di Wihara Jaya Saccako Kediri, angkat tema: ” Moderasi Beragama Membangun Kedamaian.”

Sebarkan artikel ini

Hari raya Waisak di Kediri, terasa istimewa. Wihara Jaya Saccako yang berada di Kota Kediri, menjadi simbul ummat Budha di kota tahu. Sekaligus simbul kerukunan ummat beragama di kawasan Kediri Raya.

Tempat peribadatan yang megah tersebut, menjadi lokasi prosesi pradisikna ketika merayakan Hari Raya Waisak.

Baca Juga: Harmoni Waisak di Mojopahit: Umat Muslim Turut Sucikan Patung Buddha Tidur Raksasa!

Menurut Surya Teguh , upacara Waisak di Wihara Jaya Saccako Kota Kediri berlangsung khidmat. Berbeda dengan biasanya, upacara mengelilingi patung Budha sebanyak tiga kali itu dilakukan lebih awal untuk menghindari kerumunan.

Prosesi Pradiksina itu dimulai sejak pukul 16.30. Setiap umat yang baru datang di Wihara langung mengambil kembang sedap malam disertai dengan dupa lalu mengelilingi patung Budha searah jarum jam.

Baca Juga: Dari Blitar Berprestasi, Kini Muklisin Buka Babak Baru Kolaborasi di Banyuwangi

“Ini sebagai penghormatan untuk sang Budha, posisinya yang dihormati berada di sebelah kanan,” katanya.

Baca Juga: Otoritas Pajak Bidik Sepuluh Korporasi Sawit Kakap Terkait Indikasi Manipulasi Setoran Negara

 

Menurut Surta Teguh, hari Trisuci Waisyak yang jatuh pada 16 Mei ini, merupakan momentum bagi ummat Budha yang mengingatkan pada tiga peristita suci yang terjadi dalam kehidupan Guru Agung Budha Goyama.

Yaitu, kelahiran, pencerahan dan kemangkatan. Tiga peristiwa itu terjadi pada waktu yang sama tahun berbeda. Yaitu, hari purnama raya di bulan Waisak.

Pada yanggal 16 Mei ini, semua ummat Budha di seluruh Indonesia, merayakan hari Trisuci Waisak, dengan penuh keyakinan untuk menghayati keyakinan ajaran kebenaran dhamma, untuk menuntun kehidupan yang benar. ” Untuk tahun ini, tema yang diangkat adalah ” Moderasi Beragama Membangun Kedamaian.”

Masih menurut Surya Teguh, ummat Budha yang tinggal di Nganjuk ini, juga menyampaikan bahwa moderasi beragama sangat penting dan tepat diterapkan dalam kehidupan beragama pada saat ini.

Harapannya, agar memberikan kesempatan ummat Budha dan ummat agama lain, untuk hidup serasi dan toleransi, menjalankan kehidupan beragama masing masing.

Di Kabupaten Nganjuk, di Kota dan di Kabupaten Kediri serta daerah lain, di sekitar daerah Mataraman, kehidupan kerukunan ummat beragama terjaga sangat harmonis.

Di Kota Kediri, perwujudan toleransi itu sudah terjalin dengan baik. Karena itu, umat diajak untuk terus menjaga dan memperkuat kerukunan ewat cinta kasih sebagai nilai luhur bangsa.

“Dari Wihara di Kediri sudah masuk dalam Forum Kerukunan Umat Beragama, sedangkan anak-anak mudanya tergabung di Paguyuban Lintas Masyarakat,” katanya .

Uacara Waisak di Wihara Jaya Saccako Kota Kediri ini dijaga ketat oleh petugas. Selain polisi juga ada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri. Setiap umat yang akan menjalani upacara Waisak dicek suhu tubuhnya.

Petugas juga meminta mereka untuk mencuci tangan. Semua yang datang juga diminta mengenakan masker.