“Yang saya suguhkan ke kiyai adalah daging babi dan celeng.”
Wah, tapi karena Raden Asnawi ini alim sekali, beliau dengan enteng menyikapi orang China ini.
“Wah Alhamdulillah… Yo Ci Ci, mungguh ora tau mok bodoni, aku ora tau mangan. Yo ngono ci pinter bodoni barang, ben aku weruh rasane daging babi.”
(Wah Alhamdulillah Ci Ci, kalau tidak kamu tipu, aku tidak akan pernah tahu rasanya daging babi. Ya begitu Ci, kamu pinter menipu juga, supaya aku juga tahu rasanya daging Babi)
Akhirnya orang China itu merasa kecewa. Dikiranya Kiyai Raden Asnawi bakal menanggung malu, tetapi malah sebaliknya, beliau percaya dirinya luar biasa.
Ya memang begitu, Allah itu jika mau memberikan barang halal. Kalau saja tahu yang dimakan adalah daging babi kan jadinya haram. Kalau haram nggak tahu rasanya.
Nah, gara-gara ditipu ini jadinya kan halal, soalnya (Kiyai Asnawi) tidak tahu. Hehehe…
Guetun Cinone (kecewa banget orang Chinanya), mengakali (membohongi) orang model gini malah bikin repot (hahaha).












