Meningkatnya aktivitas vulkanik membuat Badan Geologi menaikkan status gunung ini ke Level IV, yang merupakan peringatan tertinggi dalam skala aktivitas gunung berapi.
Gunung ini memiliki rekam jejak letusan besar dengan Indeks Erupsi Vulkanik (VEI) berkisar antara 1 hingga 3. Beberapa letusan terdahsyat terjadi pada tahun 1675, 1907, dan 1932.
Baca Juga: Fenomena Lubang Amblas Gemparkan Warga, Pakar Geologi UGM Beberkan Ini
Hujan abu vulkanik menyebabkan kerusakan serius pada bangunan, termasuk SD Katolik Hikong di Desa Hikong, yang mengalami kebocoran di ruang kelas akibat timbunan abu.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur, lebih dari 4.400 penduduk terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk menghindari ancaman lahar panas dan material vulkanik.
Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, pemerintah berencana merelokasi ribuan warga yang tinggal dalam radius tujuh kilometer dari kawah guna menghindari bahaya lebih lanjut.
Gunung ini tetap menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi, dengan semburan abu mencapai 8.000 meter ke udara, mengancam pemukiman warga dan jalur penerbangan di sekitar wilayah tersebut.












