Example floating
Example floating
Home

Gunung Ibu Erupsi Hebat, Warga Dihimbau Waspada Level ‘Awas

Avatar
×

Gunung Ibu Erupsi Hebat, Warga Dihimbau Waspada Level ‘Awas

Sebarkan artikel ini

MEMO – Gunung Ibu yang terletak di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Rabu malam, 15 Januari 2025, tepatnya pukul 22.38 WIT. Rivaldi Hasan, seorang petugas pemantau Gunung Ibu, melaporkan bahwa kolom letusan terlihat menjulang setinggi ±800 meter dari puncak gunung, atau sekitar 2.125 meter di atas permukaan laut.

Kolom abu vulkanik yang membumbung ke udara berwarna kelabu pekat dengan intensitas tebal dan terbawa angin menuju barat daya. Berdasarkan rekaman seismograf, letusan ini memiliki amplitudo maksimum sebesar 28 mm dengan durasi 67 detik.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Merespons situasi ini, masyarakat di sekitar Gunung Ibu, termasuk wisatawan, dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif. Wilayah sektoral yang lebih luas, yaitu hingga 6 kilometer ke arah utara kawah, juga dinyatakan sebagai area berbahaya.

“Jika hujan abu terjadi, masyarakat diharapkan menggunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut, serta kacamata untuk melindungi mata saat beraktivitas di luar ruangan,” jelas Rivaldi.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Sebelumnya pada pagi hari yang sama, letusan lain terjadi pada pukul 07.11 WIB. Saat itu, kolom abu letusan mencapai ketinggian sekitar 4.000 meter di atas puncak gunung. Abu vulkanik tebal terpantau mengarah ke barat dengan durasi letusan selama 2 menit 11 detik. Dentuman dan gemuruh keras dari letusan ini bahkan terdengar jelas hingga Pos Pengamatan Gunung Api di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut meningkatkan kewaspadaan setelah status aktivitas vulkanik Gunung Ibu dinaikkan ke tingkat tertinggi, yakni Level IV atau ‘Awas’, pada pukul 10.00 WIT. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat untuk memastikan kesiapsiagaan penuh.

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

Selain itu, BNPB juga terus memantau aktivitas vulkanik Gunung Ibu melalui koordinasi dengan PVMBG Badan Geologi, Kementerian ESDM. “Koordinasi ini sangat penting untuk memperoleh informasi terkini terkait situasi dan kondisi Gunung Ibu,” ujar Abdul Muhari.

Sebagai langkah antisipasi, BNPB telah memasang sistem peringatan dini (EWS) di empat titik strategis yang dilengkapi dengan alat sensor dan sirine. Pemasangan ini dimaksudkan untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat terhadap potensi ancaman bahaya banjir maupun banjir bandang akibat hujan lebat yang bercampur material vulkanik. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui dasbor sistem pemantauan di tautan https://mhews.bnpb.go.id/gunung/ibu.

Dengan langkah-langkah mitigasi yang diterapkan, diharapkan masyarakat dapat tetap waspada dan siap menghadapi segala kemungkinan akibat aktivitas Gunung Ibu.