Example floating
Example floating
BLITAR

Guntur Wahono Perjuangkan Kesejahteraan Petani Tebu Blitar

Prawoto Sadewo
×

Guntur Wahono Perjuangkan Kesejahteraan Petani Tebu Blitar

Sebarkan artikel ini

Blitar, memo.co.id

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Guntur Wahono mendorong peningkatan kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Blitar. Ia menyebut, perlu adanya peningkatan investasi guna mendorong kesejahteraan petani.

Baca Juga: Suami di Blitar Tega Aniaya Istri Muda Akibat Cemburu Buta Live TikTok

Hal ini Guntur ungkapkan dalam acara sosialisasi Pancasila, yang ia adakan di Rumah Makan Telaga Indah, Desa Tlogo Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar, Senin 17 Maret 2025.

“Blitar ini berpotensi memiliki pabrik lebih dari satu. Kalau yang satu sudah di selatan sungai, maka yang kedua harus ada di utara. Saya kira ini adalah suatu komitmen yang harus kita pikirkan bersama,” ujar Guntur kepada wartawan.

Baca Juga: Deteksi Dini Penyakit Penting, Nurhadi Ajak Masyarakat Blitar Rutin Skrining Kesehatan

Politisi senior PDI Perjuangan Kabupaten Blitar ini juga mendorong hadirnya pemerintah dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh para petani tebu. Menurutnya, hal ini merupakan kewajiban pemerintah dalam mensejahterakan rakyatnya.

“Pemerintah harus hadir untuk melihat kedala dan persoalan yang dihadapi oleh para petani tebu. Ini sudah menjadi kewajiban pemerintah, diminta atau tidak, harus memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya,” jelasnya.

Baca Juga: Berbagi di Bulan Ramadan, Polsek Sananwetan Bagikan Takjil untuk Pengendara

Dalam sosialisasi ini, Guntur turut menghadirkan Ketua Dewan Koperasi Wilayah Jawa Timur, Slamet Sutanto. Kehadiran Slamet bertujuan untuk memberikan edukasi terkait koperasi sebagai soko guru ekonomi rakyat, bagi petani tebu di Kabupaten Blitar.

“Pemerintah pusat tengah merencanakan untuk membentuk koperasi merah putih di tingkat desa seluruh Indonesia. Kami menghimbau pada seluruh petani yang berbasis pada ketahanan pangan, untuk membentuk satu wadah koperasi. Tujuannya apa? Jangan sampai terjadi adanya monopoli,” terang Slamet.

Menurut Slamet, selama hasil tebu masih dikuasai oleh “juragan-jurangan”, tidak mungkin petani dapat sejahtera. Oleh karena itu, lanjut Slamet, amat penting dibentuk Koperasi Perah Putih.

“Kalau nanti tebu ini masih dimiliki oleh juragan-juragan tertentu, sampai kapan petani bisa sejahtera. Untuk itu, koperasi adalah langkah yang tepat,” bebernya.

Slamet juga menjelaskan, nantinya Koperasi Merah Putih akan berbasis pada ketahanan pangan. Tujuannya, menyelamatkan harga saat panen raya tiba.

“Jangan sampai harga jatuh saat panen raya. Semua harus ditampung oleh koperasi. Maka pemerintah hadir membantu permodalan awal. Jadi modal awalnya dibiayai oleh negara,” pungkasnya. **