Example floating
Example floating
BLITAR

Guntur Wahono Bantu Panggung dan Gamelan Komunitas Tiban

Prawoto Sadewo
×

Guntur Wahono Bantu Panggung dan Gamelan Komunitas Tiban

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id

Melanggengkan tradisi kesenian tiban, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Guntur Wahono, SE memberikan bantuan berupa panggung dan gamelan. Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, Kecamatan Kanigoro, Sabtu (5/7) kemarin.

Baca Juga: Safari Ramadan NasDem di Blitar, Saan Mustopa Serukan Persatuan di Pusara Bung Karno

Selain memberikan bantuan, Guntur juga menggelar perhelatan seni tiban secara spektakuler. Dihadiri paguyuban seni tiban dari Blitar, Lampung, Banyuwangi, Tulungagung, Kediri, Trenggalek, Ponorogo dan daerah lainya.

Dalam sambutanya, Guntur Wahono didampingi, Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, M.M., Panglima Kawulo Alit Samanhudi Anwar dan pejabat teras Pemkab Blitar. Serta sejumlah tokoh pecinta seni tiban Jawa Timur, Selamet.

Baca Juga: Ngopi Ramadan Jadi Panggung Evaluasi Kritis, Reformasi Struktural Jadi Tuntutan Kota Blitar

“Acara tiban ini digelar dalam rangkaian Bulan Bung Karno, Hari Jadi Kabupaten Blitar ke-701, serta ulang tahun Paguyuban Tiban Blitar Raya yang ke-4. Juga sekaligus, kami memberikan bantuan panggung dan Gamelan untuk paguyuban tiban Blitar Raya,” terangnya.

Lebih lanjut, menurut penerima SMSI award 2025 ini, melestarikan budaya Jawa seperti seni tiban, merupakan suatu bentuk kepedulian terhadap nilai-nilai luhur budaya bangsa.

Baca Juga: Solid dan Humanis, PSHT Letting 2025 Perkuat Kepedulian Sosial Lewat Aksi Ramadan

“Kami mengharapkan, seni tiban dijadikan agenda tahunan dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Blitar, selain hari-hari besar lainya,” imbuhnya.

Sementara itu, Bupati Blitar Rijanto mengapresiasi kegiatan seni tiban yang menghadirkan para jawara-jawara tiban dari berbagai daerah.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Pak Guntur Wahono, pelestari seni tradisi tiban sekaligus pembina seni tiban meliputi Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.

Menurut orang nomor satu di Pemkab Blitar ini, seni tiban sudah menjadi seni tradisi turun temurun dalam rangka musim kemarau untuk berdoa kepada Tuhan dalam meminta turunya hujan.

“Kami mendukung para pecinta seni tradisi dalam melestarikan budaya bangsa. Kalau sekarang ini, tiban tidak hanya memohon turunnya hujan, juga turunnya kesejahteraan, keselamatan, dan rejeki yang melimpah buat masyarakat,” kelakar Rijanto.

Dia mengingatkan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi dan modernisasi, seni dan budaya tradisional dapat menjadi benteng yang menjaga jati diri bangsa.

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Tiban adalah kekayaan yang harus terus hidup agar anak cucu kita tahu dari mana mereka berasal,” tutur Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar tersebut.

Tak hanya itu, Rijanto juga melihat potensi besar yang terkandung dalam pagelaran ini, khususnya dalam mendukung sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurutnya, pentas Tiban bisa menjadi magnet wisata yang mampu mendongkrak pergerakan ekonomi lokal, terutama bagi pelaku UMKM.

“Tradisi seperti Tiban bisa menghadirkan manfaat ganda. Di satu sisi menjaga warisan budaya, di sisi lain membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil,” pungkasnya. **