Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menjadi sorotan warganet setelah Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U20. Namun, dalam unggahan di akun Instagramnya, Ganjar menyinggung tentang risiko dari sebuah pilihan.
Baca Juga: Pakar Hukum Sebut Rekrutmen Perangkat Desa Kabupaten Kediri Tahun 2023 Cacat Hukum
Dalam video percakapan dengan mantan narapidana bom Bali, Jack Harun, Ganjar Pranowo menegaskan komitmennya dalam melawan intoleransi dan mengatakan bahwa perjuangan akan dilakukan dengan cara pendidikan dan metode yang mungkin tidak populer di mata masyarakat.
Ganjar juga menambahkan bahwa dicaci dan dibully adalah risiko yang harus diambil dari sebuah pilihan karena tindakan yang diambil tidak selalu dapat memuaskan semua orang. Konteks dari unggahan Ganjar ini belum jelas apakah terkait dengan penolakan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20 atau tidak.
Ganjar Pranowo Membahas Komitmen Melawan Intoleransi dalam Percakapan dengan Mantan Narapidana Bom Bali
Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, menjadi sasaran kemarahan warganet setelah Indonesia batal menjadi tuan rumah Piala Dunia U20. Namun, dalam menghadapi kritikan tersebut, Ganjar menyatakan tentang risiko yang harus diambil dalam membuat sebuah keputusan.
Hal tersebut dapat dilihat dari unggahan video dalam akun Instagram miliknya pada hari ini, di mana ia berbincang dengan mantan narapidana bom Bali bernama Jack Harun.
Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap
Dalam keterangan unggahan tersebut, Ganjar menyatakan komitmen untuk melawan intoleransi dan memastikan toleransi tidak pernah putus.
Perjuangan tersebut akan dilakukan dengan menggunakan cara-cara pendidikan dan metode yang mungkin tidak populer di kalangan masyarakat.
“Dicaci dan dibully adalah risiko yang kadang harus kita ambil dari sebuah pilihan, karena apa yang kita lakukan tidak selalu bisa memuaskan semua orang,” demikian bunyi keterangan dalam unggahan akun Instagram Ganjar pada Kamis (30/3).
Meskipun belum jelas apakah unggahan tersebut ditujukan sebagai respons terhadap kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U20, Ganjar dan Gubernur Bali Wayan Koster telah dihujat setelah menolak kehadiran tim nasional Israel di ajang tersebut.
Akibat penolakan tersebut, FIFA membatalkan acara drawing yang semula direncanakan pada akhir Maret di Bali. Akhirnya, organisasi sepak bola internasional itu membatalkan status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20.
Dalam situasi kontroversial terkait penolakan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U20, Ganjar Pranowo menegaskan pentingnya mengambil risiko dari sebuah pilihan untuk memperjuangkan nilai-nilai toleransi dan melawan intoleransi.
Dalam menghadapi kritik dan hujatan dari masyarakat, Ganjar mengatakan bahwa perjuangan harus terus dilakukan dengan metode yang mungkin tidak populer di mata masyarakat dan risiko harus diambil sebagai konsekuensi dari pilihan yang diambil












