Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Kediri

Gempa Tektonik Jauh Terekam Dua Kali di Gunung Kelud Kediri, Wisatawan Dilarang Dekati Kawah dalam Radius 1 Kilometer

A. Daroini
×

Gempa Tektonik Jauh Terekam Dua Kali di Gunung Kelud Kediri, Wisatawan Dilarang Dekati Kawah dalam Radius 1 Kilometer

Sebarkan artikel ini
Gempa tektonik di Gunung Kelud di Juli 2026

Memo, Kediri

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menegaskan imbauan keselamatan terkait status Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, menyusul hasil pemantauan terbaru terhadap kondisi kawah gunung api aktif tersebut. Melalui laporan yang dirilis Rabu (22/7/2026), otoritas kegunungapian meminta masyarakat maupun wisatawan untuk tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah demi menghindari potensi bahaya yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Imbauan ini disampaikan di tengah kondisi Gunung Kelud yang secara umum masih terpantau stabil, namun tetap memerlukan kewaspadaan mengingat statusnya sebagai gunung berapi aktif.

Kondisi Kawah Terekam Lewat CCTV

Pemantauan visual terhadap danau kawah Gunung Kelud dilakukan PVMBG melalui kamera CCTV yang terpasang di kawasan puncak. Dari hasil rekaman tersebut, air danau kawah tampak berwarna hijau, warna khas yang lazim ditemukan pada kawah vulkanik dengan kandungan mineral tertentu.

Selain warna air, petugas turut mencermati aktivitas di permukaan danau kawah. Bualan atau gelembung air yang muncul di tengah danau masih tergolong samar dan belum menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas yang mencolok.

Radius Aman Jadi Kunci Antisipasi

Meski data visual belum memperlihatkan gejala mengkhawatirkan, PVMBG tetap konsisten mengeluarkan rekomendasi jarak aman bagi siapa pun yang berkunjung ke kawasan Gunung Kelud. Imbauan radius 1 kilometer dari bibir kawah ini bukan tanpa alasan, mengingat karakter gunung api yang sewaktu-waktu dapat memunculkan gejala vulkanik tanpa peringatan dini yang jelas, seperti erupsi freatik.

Gunung Kelud sendiri tercatat sebagai salah satu gunung api paling aktif di Jawa Timur, dengan letusan besar terakhir kali terjadi pada 2014. Sejak saat itu, aktivitasnya cenderung landai dan berada dalam pengawasan ketat Pos Pengamatan Gunung Api Kelud yang berlokasi di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.

Dengan status yang masih terkendali saat ini, PVMBG berharap masyarakat tetap tenang namun tidak mengabaikan protokol keselamatan yang telah ditetapkan. Kepatuhan terhadap radius aman ini dinilai menjadi langkah paling sederhana namun krusial untuk meminimalkan risiko, terutama bagi wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan danau kawah Gunung Kelud dari dekat.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini