Example floating
Example floating
DaerahJatimSURABAYA RAYA

Geger Ratusan Buruh PT Pakerin Demo Kantor LPS di Tunjungan Plaza PT Pakuwon Himbau Dialog Agar Aktivitas Mall Tetap Kondusif

Avatar
×

Geger Ratusan Buruh PT Pakerin Demo Kantor LPS di Tunjungan Plaza PT Pakuwon Himbau Dialog Agar Aktivitas Mall Tetap Kondusif

Sebarkan artikel ini

Memo.co.id, SURABAYA –  Pusat perbelanjaan terbesar di jantung Kota Surabaya mendadak riuh setelah buruh PT Pakerin demo kantor LPS di Tunjungan Plaza PT Pakuwon himbau dialog sebagai jalan keluar terbaik. Aksi massa yang berlangsung sejak pagi hari ini menuntut kejelasan nasib mereka terkait keterlibatan LPS dalam urusan finansial perusahaan yang berdampak langsung pada gaji dan pesangon. Sebagai kawasan bisnis yang padat pengunjung, keberadaan ratusan pendemo tentu memicu perhatian publik dan kekhawatiran akan terganggunya kenyamanan publik. Pihak pengelola gedung pun harus turun tangan untuk memastikan bahwa aksi penyampaian pendapat ini tidak mengganggu operasional mal maupun keamanan penyewa kantor lainnya. Eskalasi massa yang cukup besar ini menuntut respon cepat dari pihak LPS agar ketegangan di pusat kota ini tidak berlarut-larut dan tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku.

Penyebab Utama Buruh PT Pakerin Menyasar Kantor LPS di Pusat Kota

 Kehadiran massa dalam jumlah besar di salah satu ikon wisata belanja Surabaya ini bukanlah tanpa alasan yang kuat. Saat buruh PT Pakerin demo kantor LPS di Tunjungan Plaza PT Pakuwon himbau dialog, terungkap bahwa ada kebuntuan komunikasi terkait aset atau dana perusahaan yang saat ini berada dalam pengawasan atau sengketa dengan Lembaga Penjamin Simpanan. Para buruh merasa menjadi pihak yang paling dirugikan karena ketidakjelasan status keuangan perusahaan tempat mereka bekerja berimbas pada keterlambatan pembayaran hak-hak dasar pekerja. Mereka memilih kantor LPS di Surabaya sebagai titik aksi agar aspirasi mereka didengar langsung oleh pengambil kebijakan di lembaga negara tersebut.

Baca Juga: Momen Spesial Menyambut Imlek di Shangri-La Surabaya Perayaan Mewah Penuh Kebahagiaan dan Keberuntungan Bersama Keluarga Tercinta

Aksi yang berlangsung di bawah terik matahari ini diwarnai dengan orasi yang menyuarakan penderitaan keluarga buruh yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Buruh mendesak LPS untuk tidak kaku dalam menerapkan regulasi dan lebih mempertimbangkan sisi kemanusiaan bagi ribuan pekerja yang menggantungkan hidup di PT Pakerin. “Kami hanya ingin hak kami dibayarkan, jangan jadikan kami korban dari sengketa korporasi yang kami tidak tahu menahu,” teriak salah satu koordinator aksi di tengah kerumunan massa yang memenuhi trotoar jalan Tunjungan.

Merespon situasi tersebut, pihak pengelola kawasan bisnis juga tidak tinggal diam. Fakta di mana buruh PT Pakerin demo kantor LPS di Tunjungan Plaza PT Pakuwon himbau dialog menjadi perhatian khusus manajemen PT Pakuwon Jati Tbk. Melalui keterangan resminya, pihak pengelola meminta agar massa tetap menjaga ketertiban umum dan tidak memblokade akses masuk pengunjung mal maupun karyawan kantor. Pakuwon menekankan pentingnya menjaga citra Surabaya sebagai kota yang ramah investasi, namun tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai dan sesuai aturan perizinan yang ada.

Baca Juga: Hormati Hukum Gubernur Khofifah Penuhi Panggilan Jaksa KPK Sebagai Saksi di PN Tipikor Surabaya Terkait Kasus Dugaan Korupsi Jatim

Di sisi lain, aparat kepolisian dari Polrestabes Surabaya mengerahkan ratusan personel untuk melakukan pengamanan berlapis. Polisi melakukan penyekatan agar massa tidak merangsek masuk ke dalam area mal yang bisa memicu kepanikan pengunjung. Petugas juga berupaya memfasilitasi pertemuan antara perwakilan buruh dengan pimpinan kantor LPS agar poin-poin tuntutan dapat disampaikan secara formal tanpa harus mengganggu aktivitas publik dalam jangka waktu yang lama. Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di sekitar Jalan Tunjungan dan Jalan Embong Malang terpantau padat merayap akibat konsentrasi massa.

Ketegangan sempat terjadi saat massa mencoba mendekati pintu masuk utama gedung perkantoran, namun berhasil diredam oleh tim negosiator polwan. Pihak LPS diharapkan dapat segera memberikan pernyataan resmi atau solusi nyata untuk mendinginkan suasana. Jika dialog tidak segera tercapai, massa mengancam akan bertahan dan melakukan aksi susulan dengan jumlah yang lebih besar, yang tentu saja akan berdampak negatif pada iklim bisnis di pusat kota Surabaya yang sedang bergeliat.

Baca Juga: Sangat Unik Hotel Lamora Surabaya Sajikan Perpaduan Menu Madura Arab dan Chinese untuk Iftar 2026 yang Menggugah Selera

Dampak Aksi Massa: Buruh PT Pakerin Demo Kantor LPS di Tunjungan Plaza PT Pakuwon Himbau Dialog

Kehadiran ratusan demonstran di area mal kelas atas ini memberikan dampak visual yang kontras bagi warga Surabaya. Situasi di mana buruh PT Pakerin demo kantor LPS di Tunjungan Plaza PT Pakuwon himbau dialog menuntut kesabaran dari para pengunjung mal. Manajemen Pakuwon memastikan bahwa keamanan tetap menjadi prioritas utama agar tidak ada penyewa maupun pengunjung yang merasa terancam keselamatannya selama aksi penyampaian pendapat ini berlangsung di halaman depan gedung.

 Insiden di mana buruh PT Pakerin demo kantor LPS di Tunjungan Plaza PT Pakuwon himbau dialog adalah pengingat penting bagi setiap institusi negara untuk lebih responsif terhadap masalah rakyat kecil. Penyelesaian sengketa korporasi yang melibatkan lembaga penjamin haruslah tetap mengedepankan nasib para pekerja sebagai lapisan terbawah yang paling terdampak. Semoga audiensi yang diusulkan dapat membuahkan hasil yang adil bagi semua pihak, sehingga stabilitas ekonomi dan ketertiban umum di Kota Surabaya dapat kembali terjaga seperti sedia kala.

Klik di sini untuk melihat update regulasi ketenagakerjaan terbaru di Jawa Timur

FAQ

Karena kantor LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) berlokasi di dalam kompleks perkantoran Tunjungan Plaza.

Mereka menuntut kejelasan pembayaran gaji dan pesangon yang terhambat akibat sengketa keuangan perusahaan yang melibatkan LPS.

Operasional mal tetap berjalan, namun dengan pengawasan ketat dari sekuriti dan kepolisian guna menjaga kenyamanan pengunjung.

Saat ini proses mediasi antara perwakilan buruh dan pihak LPS masih berlangsung di bawah pengawalan aparat.