Di tengah kabar lonjakan kasus Covid-19 yang melanda Thailand, Malaysia, dan Singapura, sebuah kewaspadaan senyap justru digaungkan dari Jakarta.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan surat edaran, mengingatkan akan potensi penularan yang meningkat akibat subvarian Omicron XEC dan JN.1 yang mendominasi negara tetangga.
Baca Juga: Refleks Kaget pada Bayi Saat Tidur , Normal atau Tanda Bahaya?
Namun, ironisnya, lanskap Covid-19 di Indonesia justru dikuasai oleh varian MB.1.1, dengan tren kasus yang menunjukkan penurunan.
Meskipun angka kasus secara nasional melandai, Kemenkes tak ingin lengah. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman menekankan pentingnya siaga sebagai langkah preventif.
Baca Juga: Manfaat Segar Air Kelapa Tak Selalu Universal, Perhatikan Kondisi Ini Sebelum Minum
Data mingguan memang menunjukkan penurunan drastis, dari 28 kasus menjadi hanya 3 kasus. Varian MB.1.1 menjadi aktor utama di balik tren ini.
Lantas, apa sebenarnya MB.1.1 dan mengapa Kemenkes tetap waspada? Saat dikonfirmasi, Aji menjelaskan bahwa gejala varian ini tergolong ringan, menyerupai flu biasa: batuk, pilek, sakit kepala, dan demam.
Baca Juga: Gelombang Baru Covid-19 Hantui Singapura dan Hong Kong, Dokter Ingatkan Pentingnya Imunitas
Tingkat keparahan dan penularannya pun relatif rendah dibandingkan varian-varian sebelumnya. MB.1.1 sendiri merupakan turunan dari JN.1 atau Omicron yang sempat merajalela di Tanah Air. Selain MB.1.1, varian KP.2.18 juga terpantau mendominasi sebagian kasus di Indonesia.












