-
Lubang amblas atau sinkhole ditemukan di area persawahan Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota.
-
Curah hujan ekstrem akibat Siklon Senyar di pengujung 2025 menjadi pemicu utama ambruknya struktur tanah bawah permukaan.
Baca Juga: Kejari Kota Kediri Mutasi, Theresia Tri Widorini Geser Berganti Rivo Chandra Makarupa
-
Ahli menyarankan pemantauan geologi dan sistem drainase yang ketat sebagai langkah mitigasi risiko bencana lanjutan.
Baca Juga: Pasca Dicuri, KAI Daop 7 Madiun Cepat Perbaiki dan Lengkapi Baut Penambat Guna Keselamatan Penumpang
Analisis Ahli Geologi Terkait Dampak Siklon Senyar
Munculnya lubang misterius berukuran raksasa atau sinkhole di Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat, baru-baru ini menyita perhatian publik dan kalangan akademisi.
Fenomena geologi yang terjadi secara mendadak di lahan pertanian warga ini memicu kekhawatiran terkait keamanan struktur tanah di wilayah tersebut.
Baca Juga: Komdigi Ancam Blokir X dan Grok AI Karena Konten Manipulasi Foto Asusila
Menanggapi hal tersebut, pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) memberikan penjelasan ilmiah yang menitikberatkan pada kombinasi kondisi alam bawah tanah dan faktor cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sumatra belakangan ini.
Prof. Wahyu Wilopo, pakar dari Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, menjelaskan bahwa pembentukan sinkhole di Sumatra Barat tidak terjadi secara kebetulan. Berdasarkan tinjauan geologi, wilayah tersebut memiliki satuan batuan gamping atau karst yang secara alami bersifat mudah larut oleh air.
Proses pelarutan ini membentuk rongga-rongga di bawah permukaan tanah selama periode yang sangat lama. Pemicu utama yang membuat rongga tersebut akhirnya runtuh dan membentuk lubang di permukaan adalah curah hujan yang sangat tinggi akibat Siklon Senyar yang terjadi pada November 2025 lalu.
Selain faktor alami batuan karst, erosi pada material vulkanik yang telah lapuk juga mempercepat proses ambruknya tanah.
FAQ
Sinkhole adalah lubang pada permukaan tanah yang terbentuk akibat runtuhnya lapisan bawah tanah. Hal ini biasanya dipicu oleh pelarutan batuan kapur oleh air hujan atau adanya rongga bawah tanah yang tidak kuat lagi menahan beban di atasnya.
Penyebab utamanya adalah tingginya curah hujan akibat Siklon Senyar pada akhir 2025 yang mempercepat pelarutan batuan gamping dan erosi tanah di wilayah karst Nagari Situjuah Batua.
Secara teknis sulit diprediksi secara akurat kapan tepatnya tanah akan amblas, namun wilayah rawan bisa diidentifikasi melalui survei geologi untuk menentukan zonasi risiko.
Warga diimbau segera melapor ke pihak BPBD atau pemerintah nagari setempat dan menjauhi area lubang karena potensi perluasan diameter lubang masih bisa terjadi.












